PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan warga Kecamatan Kaduhejo mengikuti pelatihan pembuatan kompos dan tata boga yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan pelatihan tersebut dibiayai APBD Perubahan tahun 2022 sesuai arahan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) agar Disnaker turut mendorong masyarakat memiliki keterampilan berwirausaha.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ratu Tanti Darmiasih mengatakan, melalui pelatihan ini diharapkan seluruh peserta bisa mentransfer ilmunya pada keluarga dan masyarakat sekitarnya.
“Agar bisa bersama-sama mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna. Dan menjadikannya sebagai suatu peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan masyarakat,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa (6/12).
Selain pelatihan pembuatan pupuk kompos, Disnakertrans menggelar pelatihan tata boga. Dengan mengundang narasumber ahlinya.
“Seluruh peserta diminta mengikuti pelatihan tata boga dengan baik. Sehingga dapat diimplementasikan sebagai suatu peluang usaha dan tidak menutup kemungkinan akan membuka lapangan pekerjaan minimal untuk keluarga dan masyarakat sekitar,” katanya.
Tanti juga berharap, dukungan dari semua pihak dalam upaya pengembangan hasil pelatihan baik kompos maupun tata boga. Terutama dari pihak kecamatan dan desa.
“Untuk membantu dalam pengembangannya. Agar mereka dapat mengimplementasikannya dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.
Camat Kaduhejo Mujani Nurependi menyampaikan, pihaknya tentu akan mensinergikan keberlanjutan hasil pelatihan ini dengan Ketua TP. PKK Kecamatan melalui kegiatan Dasa Wisma.
“Yang bertujuan untuk memaksimalkan upaya pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi kompos. Maupun tata boga dengan mengupayakan pemanfaatan pangan lokal,” katanya.
Kabid Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Pandeglang Riki Rahadian mengungkapkan, pelatihan diikuti oleh 32 peserta.
“Terdiri dari pelatihan tata boga 16 orang dan kompos 16 orang. Pelatihan ini gratis dibiayai dari APBD Pandeglang,” katanya.
Sekretaris Disnaker Kabupaten Pandeglang Asep Muslim menambahkan, pelatihan ini sesuai arahan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Disnaker diminta mendorong masyarakat memiliki keterampilan berwirausaha.
“Mendorong supaya bisa mempunyai keterampilan berwirausaha. Melalui pemberian bekal keahlian secara khusus,” katanya.
Diantaranya, memberikan pelatihan membuat pupuk kompos, tata boga dan lainnya. Tujuannya membantu mengembangkan potensi masyarakat sesuai bakatnya melalui kegiatan pelatihan secara gratis.
“Kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022. Di mana adanya PMK ini, maka Pemda berkontribusi memberikan dukungannya berupa penganggaran belanja wajib perlindungan sosial untuk periode Oktober sampai dengan Desember 2022 sebesar 2 persen dari APBD,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Ahmad Lutfi











