SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ikatan Mahasiswa Kramatwatu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk menyetop aktivitas kendaraan besar di Jalur Serang-Cilegon selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Mereka menilai, kendaraan besar menjadi penyebab utama kemacetan, polusi udara hingga tingginya angka kecelakaan di Jalur Serang-Cilegon.
Ketua Ikatan Mahasiswa Kramatwatu Mohammad Iqbal Elbetan mengatakan, adanya kemacetan selama libur Nataru pasti bertambah parah akibat aktivitas mobil-mobil besar yang melintas tak kenal waktu.
“Saya rasa penyebab kemacetan saat Nataru bahkan di hari biasa ialah mobil-mobil besar yang meningkatkan resiko kecelakaan,” kata Iqbal kepada Radar Banten, Jumat 23 Desember 2022.
Maka dari itu, ia meminta kepada pihak terkait untuk memberi peraturan khusus terhadap perjalanan kendaraan angkutan barang yang sekiranya akan sedikit mengurangi kemacetan dan dapat mengurangi risiko kecelakaan.
“Pemkab harus beri tindakan tegas terhadap pengusaha yang kendaraan truknya melewati jalur Serang-Cilegon,” ujarnya.
Ikbal meminta, agar perusahaan tidak lagi membiarkan kendaraan besarnya melintas di wilayah Kecamatan Kramatwatu, melainkan melintas jalur Tol melalui akses masuk di pintu Tol Cilegon Timur.
“Harusnya kan masuk akses tol Cilegon Timur, bukan lewat jalan Kramatwatu,” ujarnya.
Ia menilai, banyaknya jalan bolong dan bergelombang di sepanjang jalur Kramatwatu dikarenakan para sopir mobil besar yang tidak taat peraturan.
“Harusnya kan kalau sesuai peraturan, kendaraan besar boleh melintas di jam malam, tidak seenaknya pagi siang sore lewat sini,” ungkapnya.
Reporter: Daru Pamungkas
Editor : Mastur











