LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak mencatat di tahun 2022 angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Lebak mencapai 42 kasus. Jumlah itu tersebar di 28 Kecamatan, dengan wilayah Kecamatan Banjarsari menjadi daerah paling banyak menyumbang kasus AKI yang mencapai 6 kasus. Disusul oleh Kecamatan Leuwidamar, khususnya wilayah suku Adat Baduy di Desa Kanekes yang mencapai 5 kasus (sebelumnya tertulils enam kasus).
Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiono menyebut banyak faktor yang menyebabkan kasus AKI di Lebak cukup tinggi. Salah satunya yaitu faktor pengobatan dukun yang masih banyak dilakukan para ibu hamil di Kabupaten Lebak.
“AKI itu ada yang disebabkan oleh penyebab langsung dan tidak langsung. Dan salah satu yang menyebabkan AKI tinggi itu pengobatan dukun,” kata Triatno saat ditemui RADARBANTEN.CO.ID di ruang kerja, Selasa, 31 Januari 2023.
Triatno menyebut, keadaan ibu hamil yang biasa melakukan pengobatan di dukun kondisinya saat di bawa ke Puskesmas sudah dalam keadaan buruk. Sehingga, tidak jarang ada kasus ibu hamil yang menginggal dunia saat melahirkan setelah sebelumnya di obati dukun.
“Kadang kita kecolongan, pas pemeriksaan ke Puskesmas. Tapi pas lahiran itu manggil dukun. Padahal pengobatan dukun itu sudah dilarang tegas, karena resiko kematiannya sangat tinggi,” katanya.
Selain akibat pengobatan dukun, Triatno menyebut ada beberapa penyebab lainnya seperti tensi ibu hamil tinggi saat melahirkan ataupun akibat penyerta lainnya.
“Kita catat ada 10 kasus kematian ibu hamil akibat hipertensi, dan 13 kasus perdarahan pasca-persalinan atau hemorrhagic postpartum (HPP),” ucapnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Merwanda











