PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Alat milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berupa baterai sirine peringatan bencana tsunami di Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang terkena aksi vandalisme.
Pernyataan itu disampaikan Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Klas-1 Tangerang, Dinda Ayu dalam acara workshop penyusunan draft nol kontingensi bencana gempa dan tsunami di Hotel Horison Altama, Pandeglang, akhir pekan lalu.
Menurut Dinda, aksi vandalisme terhadap alat BMKG baru ketahuan belum lama ini.
“Jadi baterai atau aki untuk menyalakan sirine peringatan bencana tsunami tiba-tiba off. Akinya dicolong atau dicuri,” katanya.
Dinda menjelaskan, pihaknya dapat mengetahuinya karena setiap tanggal 26 dilakukan aktivitasi menyalakan sirine peringatan bencana tsunami bekerja sama dengan BPBD.
“Kebetulan , temen-temen lapangan standby di pesisir memastikan apakah srine itu berfungsi. Pada tanggal 26 begitu mau aktivasi ternyata di Pasauran off, dan ternyata ada aki atau baterai yang dicolong gitu,” katanya.
Dinda menyangkan, adanya pelaku pencurian terhadap alat BMKG. Terlebih alat tersebut keperuntukannya menginformasikan bencana tsunami melalui bunyi sirine atau alarm.
“Kami sudah melaporkan kepada pihak kepolisian terkait vandalisme tersebut. Insyaallah tahun ini ada pelimpahan pengadaan dari pusat terkait baterai, dan semoga kami bisa segera eksekusi,” katanya.
Rencananya, alat atau sirine peringatan tsunami akan dipindahkan dari Pasauran. Kebetulan karena memang menumpang pada BTS telkomsel.
“Mungkin akan kami pindahkan ke pesisir pantai Carita, atau daerah lain kelihatannya seperti itu. Karena di sana lebih rawan dibandingkan dengan yang lain,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Ahmad Lutfi











