CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Data IQFAST Karantina Pertanian Cilegon mencatat ekspor produk pertanian selama Maret 2023 mencapai Rp281 miliar.
Dari total nilai ekpsor itu, dedak gandum menjadi produk pertanian yang paling tinggi nilai ekpsornya.
Dikutip dari keterangan tertulis Karantian Pertanian Cilegon, ekspor tertinggi pada bulan Maret 2023 adalah dedak gandum yang mencapai 35 ribu ton atau senilai 186 miliar rupiah.
Dedak gandum merupakan produk samping dari proses penggilingan biji gandum menjadi tepung.
Dedak gandum di ekspor untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk pakan ternak karena memiliki kadar protein dan nutrisi yang tinggi.
“Kita apresiasi pelaku usaha yang telah memberi nilai tambah pada produk sampingan menjadi produk ekspor yang diminati oleh negara lain,” ujar Kepala Karantina Pertanian Cilegon Arum Kusnila Dewi.
Arum menjelaskan bahwa total nilai ekspor pada bulan Maret mencapai 281 miliar rupiah. Komoditas pertanian lainnya yang mendukung pencapaian ekspor dibulan Maret adalah tepung gandum, tepung jagung, gula industri, olahan dari kelapa sawit, karet lempengan, kayu lapis, bubuk kakao dan lain sebagainya.
Adapun negara tujuan ekspor komoditas pertanian yang diekspor melalui Karantina Pertanian Cilegon adalah RRT, Papua Nugini, Hongkong, Jepang, Singapura, Timor Leste, Algeria, Kenya, Mesir, Turki, India, Pakistan, Malaysia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Kep. Solomon, Prancis, Polesenia dan Kanada.
“Kami (Karantina Pertanian Cilegon) berkomitmen tinggi untuk memfasilitasi ekspor komoditas pertanian dengan tindakan karantina, menjamin ekspor bebas dari Organisme Penggangu Tumbuhan Karantina (OPTK), Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) agar ekspor dapat diterima oleh negara tujuan dan tidak mengalami penolakan,” tambah Arum.
Karantina Pertanian Cilegon berkomitmen terus mewujudkan patriot ekspor dan mengawal ekspor yang berkelanjutan. Hingga turut mewujudkan program Gratieks Kementerian Pertanian. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi












