CILEGON – Yanuar (42) merasa bersyukur karena berkat BPJS Kesehatan ia bisa terbebas dari biaya cuci darah yang mencapai nilai Jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.
Yanuar bercerita, untuk sekali cuci darah, biaya yang diperlukan berkisar Rp1,5 juta, sedangkan dalam satu minggu ia harus dua kali cuci.
Cuci darah itu sudah dilakukan oleh Yanuar selama dua tahun di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon. Selama itu, ia tidak pernah diminta biaya apapun.
Tidak hanya itu, selama dua tahun cuci darah menggunakan BPJS Kesehatan, Yanuar merasa tidak pernah dibeda-bedakan oleh pihak rumah sakit, bahkan pelayanan yang kerap ia terima di atas kelas yang seharusnya ia terima.
Yanuar bercerita, ia didagnosa harus melakukan cuci darah secara rutin sejak tahun 2021 yang lalu.
Awalnya, karyawan salah satu perusahaan di Kota Cilegon itu kerap merasa pusing, mual, dan muntah-muntah.
Kemudian, ia memutuskan untuk mengecek kondisi kesehatan di fasilitas kesehatan pertama. Hasilnya, harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Atas rekomendasi itu, ayah dari dua anak itu pun langsung ke RSKM untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saat itu saya langsung masuk ICU, satu minggu saya dirawat di ICU,” ujar Yanuar.
Sejak dirawat di ICU, hingga saat ini, semua biaya kesehatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Yanuar tidak mengeluarkan biaya sepeserpun.
Menurut Yanuar, menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat pun direkomendasikan oleh perusahaan tempat ia bekerja. Dan hal tersebut terbukti jika menggunakan BPJS Kesehatan pun tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal.
Yanuar bahkan memuji pelayanan yang dilakukan di RSKM. Misalnya, alat yang digunakan untuk cuci darah pun alat sekali pakai.
Kemudian, ia pun mengaku tidak pernah ditunda-tunda atau diabaikan saat datang untuk melakukan prosedur medis tersebut.
Kurang Minum Air
Yanuar bercerita ia menderita penyakit tersebut karena kurang minum air putih.
Bekerja di kantor membuat Yanuar terlena dan malas untuk minum air putih. Ia mengaku minum hanya saat makan siang saja.
“Karena kerja jadi jarang minum, sering mual, muntah,” ujarnya.
Ia mengaku kena darah tinggi. Tensinya bahkan pernah mencapai di atas 200. Dari situlah kondisi kesehatannya semakin buruk dan akhirnya harus mendapatkan penanganan serius di rumah sakit hingga saat ini.
Yanuar mengajak kepada semua orang untuk menerapkan pola hidup sehat sebelum jatuh sakit seperti dirinya.
“Penyesalan pasti belakangan. Mumpung masih sehat, lebih baik banyak minum air putih, pola hidup sehat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kepada semua peserta BPJS Kesehatan untuk tetap rutin membayar iuran BPJS Kesehatan karena iuran itu sangat bermanfaat bagi orang-orang yang sedang terkena musibah atau sakit seperti dirinya.
Menurutnya, iuran yang dikeluarkan oleh setiap peserta dirasakan manfaatnya oleh peserta lain.
“Di BPJS Kesehatan kan kaya subsidi silang, itu bagus, saling bantu satu sama lain,
ujarnya.
Yanuar juga berharap agar BPJS Kesehatan tidak dibubarkan. Ia berharap program itu tetap ada karena sangat menolong masyarakat yang sedang susah.
Yanuar mengaku sudah membuktikan besarnya manfaat dari BPJS Kesehatan. Ia merasa banyak orang lain pun sudah merasakan manfaat dari program tersebut.
Karena itu ia sangat berharap BPJS Kesehatan tetap ada agar masyarakat tidak alami kesulitan saat perlu mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut. (*)











