SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gerakan Mahasiswa (Gema) Al-Kahiriyah diminta untuk memberikan manfaat untuk almamater dan masyarakat melalui program-program yang nyata.
Hal itu disampaikan Kepala MAN 1 Kabupaten Serang, Dr Momon Andriwinata saat menjadi narasumber upgrading pada Pelantikan dan Upgrading DPW Gema Al-Khairiyah di Gedung Serba Guna DPRD Provinsi Banten pada Jumat 5 Juni 2026.
Momon yang juga sebagai fungsionaris Pengurus Besar Al-Khairiyah ini mengatakan, Gema Al-khairiyah dapat berkontribusi dan memainkan perannya terkait kondisi pendidikan, sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat. “Kemudian juga dapat menjadi wahana pengembangan dalam berorganisasi dan dirasakan dampaknya untuk umat,” katanya.
Dalam penyampaiannya, Momon berpesan Gema Al-khairiyah dapat menjadi kontrol sosial di masyarakat. Menurutnya, mahasiswa sebagai kaum intelektual mampu membuka seluruh panca inderanya untuk melihat dan mendengar persoalan yang terjadi di masyarakat. “Selama ini mahasiswa banyak yang apatis, kita berharap Gema Al-khairiyah menjadi garda terdepan untuk memecahkan masalah pendidikan dan ekonomi di negeri ini,” ujarnya.
Ia mencontohkan soal pendidikan gratis yang belum merata di Banten, khususnya untuk siswa madrasah. Dari 45 ribu siswa madrasah, pendidikan gratis baru dicanangkan untuk 10 ribu siswa. “Itu harus menjadi perhatian, termasuk masih tingginya angka putus sekolah,” katanya.
Ia juga berharap Gema Al-khairiyah dapat peduli terhadap lingkungan, jangan sampai menjadi penonton di tanah sendiri. “Kemudian juga harus dapat menjadi penegak moral, karena sekarang itu krisis moral. Terlebih lagi kasus amoral yang terjadi di perguruan tinggi, hal semacam ini harus dicegah dan jangan sampai mencoreng dunia pendidikan,” ujarnya.
Sebagai organisasi mahasiswa underbow Al-khairiyah, Momon berharap Gema Al-khairiyah dapat ikut serta membesarkan almamater. Menurutnya, upaya itu harus ditempuh mulai dari arah organisasinya yang jelas, agar organisasi ini tidak hanya sekadar nama.
“Kita berharap organisasi ini mampu memberikan energi dan dia menjadi organisasi yang betul-betul berdikari. Maka pembenahan internal baik itu kepemimpinan organisasi manajemen, programnya nyata dan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak








