SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – First Secretary (Political) Kedutaan Besar Singapura Melvyn Foo mengunjungi Radar Banten pada Senin, 17 Juli 2023.
Kedatangan perwakilan Kedubes Singapura di Jakarta itu disambut Pemimpin Redaksi Radar Banten Delfion Saputra dan Redaktur Pelaksana Radar Banten Aditya Ramadhan di lantai 3 Graha Pena Radar Banten.
Pada kunjungan tersebut, selain untuk membangun silaturahmi dengan media terbesar di Banten, Perwakilan Kedubes Singapura juga membangun diskusi membahas persiapan menjelang Pemilu Presiden 2024 serta kondisi perpolitikan di Banten.
Melvyn Foo mengatakan, dirinya mewakili Kedubes Singapura dalam kegiatan kunjungan kerja (kunker). Menurutnya, Banten merupakan salah satu provinsi yang paling penting untuk dipelajari lebih dalam
“Jadi saya datang ke sini melakukan kunker untuk belajar lebih banyak tentang Banten. Karena Banten menjadi salah satu provinsi yang paling penting karena ada banyak penduduk dan pemilih, jadi kami mau mengerti lebih dalam tentang Banten,” ujarnya.
Dalam diskusi itu juga mereka membahas terkait peta politik di Banten menjelang Pemilu 2024, khususnya dalam pemilihan presiden.
“Yang saya tahu Banten itu menjadi provinsi nomor 5 penduduk terbanyak di Indonesia. Jadi menjelang 2024 pasti Banten menjadi tempat yang besar untuk pemilu,” katanya.
Melvyn juga mengatakan, pihaknya selalu siap untuk bekerja sama dengan Indonesia. Pihaknya juga selalu berharap banyak kepada Indonesia, seperti negara-negara di Asia lainnya.
“Siapa pun yang menjadi presiden, kita selalu siap untuk bekerja sama. Kalau untuk Singapura, kami selalu berharap Indonesia sukses. Kalau sukses seluruh kawasan Asia akan sukses, pasti ada manfaat untuk Singapura juga,” tuturnya.
Pemimpin Redaksi Radar Banten Delfion Saputra mengatakan, Banten merupakan provinsi yang memiliki sejarah cukup banyak sejak zaman pra kemerdekaan Indonesia.
“Kalau dilihat sejarah awal pergerakan nasional Indonesia, sebelum kemerdekaan itu kan Banten ada Geger Cilegon, pemberontakan petani Banten, dan yang lainnya, termasuk tokoh pergerakan Tan Malaka di Lebak,” katanya.
Ia menjelaskan, Banten merupakan daerah yang masih memiliki tokoh ulama, serta organisasi masyarakat (ormas) Islam yang masih eksis berdiri sejak zaman pemberontakan melawan penjajah.
“Di sini pergerakan perjuangan seperti Al Khaeriyah dan Mathla’ul Anwar menjadi ormas yang berjuang membantu kemerdekaan dahulu dari Banten,” ujarnya.
Redaktur Pelaksana Aditya Ramadhan menambahkan, setiap menjelang pemilu para calon presiden (capres) saat mengunjungi Provinsi Banten pasti akan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh ulama.
Dia menuturkan, saat pemilihan presiden 2019 lalu bagaimana strategi capres Prabowo Subianto memenangkan suara di Provinsi Banten, salah satunya mendekati tokoh ulama.
“Di Pandeglang ada Abuya Dimyati, dan tokoh-tokoh agama yang lainnya. Prabowo salah satunya mendekatkan diri dengan ulama-ulama di Banten. Walaupun banyak capres yang berkunjung ke Banten, pasti mengunjungi ulama di sini,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











