SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Koleksi burung menjadi hobi bagi sebagian orang. Namun siapa sangka, hobi itu bisa menjadi pundi-pundi rupiah.
Seperti yang dilakukan Wandi Karwadi, warga Perumahan Puri Cilegon, Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang yang sukses menjalankan usahanya budidaya murai batu warna.
Di pagi dan sore hari, suara kicauan burung terdengan sangat ramai namun merdu di rumahnya. Hal itu lantaran di rumahnya tersebut banyak sekali terdapat burung murai batu.
Banyaknya burung murai batu di rumahnya bukan sekadar koleksi pribadi. Pria yang memiliki hobi burung tersebut ternyata berhasil mengembangbiakan burung murai batu.
Bahkan jenis yang berhasil dikembangbiakan ialah murai batu warna yang memiliki harga yang sangat fantastis yakni puluhan hingga ratusan juta per ekornya.
Wandi mengaku memiliki ketertarikan tersendiri terhadpa burung khususnya burung kicau jenis murai batu. Ia mengaku telah lama memelihara burung dan kerap ikut perlombaan burung kicau.
“Saya dulu orang gantangan, suka ikut-ikut lomba burung. Namun sempat berhenti main burung karena Covid-19,” katanya saat ditemui di kediamaannya, Minggu 23 Juli 2023.
Ia mengaku Covid-19 sempat membuatnya frustasi lantaran tidak ada lagi perlombaan-perlombaan burung yang buka karena tidak diperbolehkan ada keramaian. Dari situ lah ia kemudian mencoba menernak burung yang ia miliki.
“Gantangan-gantangan pasa saat itu tutup semua, maka dari itu burung yang buat lomba itu saya ternak dan akhirnya berhasil,” jelasnya.
Bukan hanya berhasil mengembangbiakkan burung miliknya, ia juga mendapatkan jekpot berupa burung murai batu jenis platinum shama yang membuatnya kian semangat untuk beternak. Padahal niat awalnya hanya ingin beternak burung jenis murai batu biasa saja.
“Pas anakan pertama masih biasa hitam semua, cuman pas anakan ke dua sampai seterusnya alhamdulillah keluar putih terus,” jelasnya
Pemilik Waringin Bird Farm itu pun kemudian meniatkan diri untuk fokus menjadi peternak burung meskipun Covid-19 telah usai dan perlombaan burung sudah kembali dapat digelar.
“Udah fokus sekarang, mungkin sejak awal mulai sampai dengan sekarang sudah sekitar 50 ekor yang keluar putih,” jelasnya.
Dari satu ekor burung murai batu jenis platinum tersebut dijual dengan harga Rp 25 juta sampai dengan Rp 30 juta. “Pas awal dijual sarangan umur 5 hari itu Rp 15 juta per sarang. Cuman sekarang kita coba peliharaan dulu sampai perotolan, itu kita jual per ekornya kisaran Rp 30 jutaan,” jelasnya.
Dalam satu bulan, dirinya bahkan mampu menjual hingga 5 sampai dengan 7 ekor dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah.
Tak cukup sampai di situ, saat ini dirinya juga tengah mencoba menernak burung murai batu warna dengan jenis yang berbeda yakni golden shama dan panda yang harganya lebih fantastis lagi.
“Baru sekitar 4 bulanan, saat ini sudah ada sekitar 12 sampai dengan 13 ekor yang golden. Cuman memang untuk harga lebih mahal lagi, ratusan juta per ekor nya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











