RADARBANTEN.CO.ID – Ada pemandangan tak biasa ketika melintas di Jalan Raya Cadas-Mauk, Kabupaten Tangerang. Di sepanjang jalan ini kini banyak berdiri lapak pedagang burung perkutut.
Rupanya, burung perkutut menjadi hobi baru di kalangan bapak-bapak, sehingga lapak penjual burung perkutut ramai didatangi. Bahkan, kini hampir sebagian wilayah Kabupaten Tangerang, sering diadakan lomba kicau burung perkutut oleh para pecinta burung tersebut.
Menurut Santosa, pedagang burung perkutut, terjadi pergeseran hobi dikalangan bapak-bapak terhadap burung. Umumnya, hobinya adalah memelihara burung-burung dengan harga mahal, seperti burung lovebird, murai, kenari, kacer, pleci dan lain-lain.
“Sekarang mulai seneng memelihara perkutut, karena harganya lebih murah. Dan suaranya lumayan bagus buat di adu di perlombaan,” ujar pria asal Rangkasbitung ini, Kamis 21 Juli 2022.
Selain harganya yang murah, perawatan burung perkutut juga terbilang mudah dan murah.
“Karena harganya murah ya, per-ekornya cuma Rp25 ribu. Kasarnya sebungkus rokok orang bisa beli. Untuk makannya juga simpel gak pakai air, gak perlu di jemur. Bisa dibilang hobi paling murah-lah dibandingkan mengoleksi burung-burung menengah ke atas,” ujarnya.











