PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 225 mahasiswa STAI Syekh Manshur dan STKIP Syekh Manshur melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2023 di Kecamatan Panimbang, Pagelaran dan Sobang, Kabupaten Pandeglang.
Ke-225 mahasiswa STAI dan STKIP Syekh Manshur itu akan melaksanakan KKN kurang lebih selama 40 hari dimulai dari pendidikan dan pelatihan (Diklat), pelepasan, penarikan, hingga lokakarya selama pengabdian di masyarakat.
Ketua STAI Syekh Manshur, Kosasih, meminta kepada mahasiswa KKN agar menimba ilmu di sana.
“Saat ini memasuki tahun politik. Mohon dalam satu bulan di sana tidak boleh politik praktis,” katanya dalam acara pelepasan 225 mahasiswa STAI dan STKIP Syekh Manshur di Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.
Berpolitik praktis tidak boleh akan tetapi kalau berpolitik itu menjadi keharusan. Akan tetapi tidak harus sampai berpolitik praktis.
“Saat ini kita harus berpolitik, hanya menyosialisasikan agar datang ke TPS saja. Itu bukti berpolitik jangan sampai tidak mencoblos untuk lima tahun ke depan memilih pemimpin kita,” katanya.
Selain itu, Ia meminta kepada, mahasiswa agar menimba ilmu selama di sana dan paling penting bisa menyesuaikan diri.
“Kondisinya Tidak akan sama dengan di rumah. Jadi menimba ilmu dan pengetahuan di sana,” katanya.
Ketua STKIP Syekh Manshur, Salman Sunardi, berpesan kepada mahasiswa agar membangun etika dan perilaku selama KKN.
“Jangan sekali-kali melakukan kesombongan, melakukan kolaborasi dengan bahasa akademik. Supaya kita menjadi anggota masyarakat aman tertib dan diakui masyarakat sehingga harus bisa beradaptasi dengan budaya setempat,” katanya.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Syekh Manshur, Minhatul Ma’arif, mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa Syekh Manshur sebanyak 225 orang dari STAI Syekh Manshur dan STKIP Syekh Manshur.
“Dari STKIP Syekh Manshur ada 165 orang yang fokus terhadap penyelesaian di lapangan. Sehingga mahasiswa difokuskan satu orang mahasiswa harus fokus menyelesaikan satu masalah di lapangan sehingga kami berharap 165 mahasiswa mampu menyelesaikan 165 permasalahan yang ada di lapangan,” katanya.
Mahasiswa yang mengikuti KKN juga sudah dilindungi asuransi kesehatan dan kecelakaan. Dikarenakan mobilitasnya sangat tinggi.
“Maka kami dari perguruan tinggi mengantisipasi dengan melakukan asuransi kesehatan dan kecelakaan. Sehingga kami tidak mau memberatkan orangtua jika terjadi hal-hal tidak diinginkan di lapangan,” katanya.
Lebih lanjut, Minhatul mengatakan, kalau semua mahasiswa sebelum diterjunkan KKN terlebih dahulu dibina oleh perguruan tinggi.
“Bagaimana tata cara kode etik di lapangan dan sebagainya. Sudah kami berikan pembekalan kepada mahasiswa,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











