PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID — Sebanyak 11 mahasiswa STKIP Syekh Manshur Pandeglang yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 Desa Cempaka menggelar bimbingan teknis (bimtek) pembuatan eco enzyme bagi warga Desa Cempaka, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Eco enzyme merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi limbah dapur organik, seperti sisa buah dan sayuran, yang dicampur dengan gula dan air. Cairan ini dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk organik, hingga pestisida ramah lingkungan, sekaligus membantu mengurangi sampah rumah tangga dan penggunaan bahan kimia berbahaya.
Anggota KKN Kelompok 02 Desa Cempaka, Irna Diana, mengatakan bimtek tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik yang memiliki nilai guna.
“Materi bimtek membahas cara pembuatan eco enzyme dengan memanfaatkan limbah dapur. Banyak manfaat yang bisa diperoleh, mulai dari kebersihan hingga pertanian,” ujar Irna kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menjelaskan, eco enzyme dipilih sebagai materi bimtek karena mudah dibuat dan dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Selain sebagai alternatif produk kimia, eco enzyme juga membantu mengurangi limbah sampah rumah tangga,” jelasnya.
Penyuluh Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Yeni Lestari, berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.
“Kalau sampah sudah dipilah dan diolah, insyaallah sampah tidak lagi menjadi musibah,” ujarnya.
Menurut Yeni, pemanfaatan sampah organik melalui eco enzyme tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan dan kebersihan.
“Sampah organik bukan hanya untuk pupuk, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kebersihan rumah, tanah, air, dan udara,” katanya.
Ia pun mengapresiasi peran mahasiswa KKN STKIP Syekh Manshur yang dinilai mampu menghadirkan program edukatif dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
“Saya bangga, mahasiswa tidak hanya datang dan pulang, tetapi meninggalkan pengetahuan yang bermanfaat,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyuluh KB Kecamatan Warunggunung, Dian, mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Ini ilmu baru bagi saya. Eco enzyme mudah dibuat, hanya memang perlu waktu fermentasi sekitar tiga bulan. Insyaallah akan saya praktikkan di rumah,” ujarnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











