TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menjabarkan lima upaya dalam menghadapi kenaikan bahan pokok pada tahun 2024.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, sehubungan dengan prediksi kenaikan harga bahan pokok yang akan berdampak pada terjadinya inflasi pada tahun 2024, Pemkot Tangsel telah menyiapkan lima langkah antisipasi.
Terdapat lima upaya menghadapi kenaikan kebutuhan bahan pokok, di antaranya, membuat program gerakan pangan murah yang bekerja sama dengan produsen. Kemudian, mengadakan bantuan paket pangan untuk daerah rentan rawan pangan dan daerah stunting.
Berkoordinasi dengan stakeholder guna memastikan kelancaran jalur distribusi pangan, menyediakan cadangan pangan berkerja sama dengan Badan Pangan Nasional.
Terakhir, membuat program gerakan menanam serentak tanaman pangan dan pemanfaatan lahan Kawasan Pertanian Terpadu yang lebih intensif lagi.
“Kelima upaya dalam menghadapi kenaikan bahan pokok ini juga sudah kita lakukan pada tahun ini, dan akan kita intensifkan dan kita masifkan lagi di tahun 2024. Pada prinsipnya, program-program yang digulirkan memperhatikan dampak langsung yang diterima masyarakat,” ujar Benyamin, Minggu, 22 Oktober 2022.
Benyamin mengatakan, lima langkah strategis dalam menghadapi kenaikan bahan pokok tersebut telah dirancang dan dianggarkan melalui APBD Kota Tangsel 2024 sebesar Rp 29.923.945.984.
“Kita distribusikan melalui program kegiatan perangkat daerah
guna mengantisipasi terjadinya inflasi dan kenaikan bahan pokok,” ujarnya.
Benyamin menegaskan, terhadap alokasi anggaran program dan kegiatan perangkat daerah yang dapat berimbas kepada masyarakat dan outcome-nya yang langsung dirasakan oleh masyarakat, dalam pelaksanaannya akan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target dan kinerja sehingga dapat tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Tangsel, Eki Herdiana mengatakan, untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat Tangsel yang jumlah UMKM-nya cukup banyak, akan dialokasikan anggaran sebesar Rp 3.646.837.980 melalui Program Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi, Program
Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil, dan Usaha Mikro (UMKM).
Anggaran Rp Rp3.646.837.980 ini juga terdapat di dalamnya untuk mendorong pertumbuhan investasi di sektor perdagangan dan jasa dengan pemberian kemudahan regulasi, dukungan insentif, program pemberdayaan dan kemajuan infrastruktur dalam mendukung program pelayanan izin usaha simpan pinjam, dan program pengembangan UMKM. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











