SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akui masih banyak warga Kota Serang yang belum bebas buang air sembarangan atau dolbon.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ahmad Hasanuddin mengatakan, perilaku hidup sehat masyarakat Kota Serang masih belum maksimal.
“Untuk perilaku hidup bersih dan sehat di Kota Serang sebenarnya sudah diberlakukan, tapi kalau ditanya maksimal atau belum, sudah jelas belum maksimal,” ujarnya, Rabu 22 November 2023.
Ia juga mengakui masih ada warga Kota Serang yang melakukan buang air besar sembarangan atau dolbon, terutama pada Kecamatan Kasemen.
“Terutama saya akan konsentrasi ke daerah Utara, yaitu di Kasemen. Daerah situ masih banyak yang buang air besar sembarangan, meskipun Dinas kesehatan Kota Serang sudah melakukan berbagai program untuk bebas buang air besar sembarangan,” katanya.
Program yang dilakukan Dinkes, kata dia, memberikan suplai air bersih melalui program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).
“Mulai dari suplai air bersih melalui program Pamsimas. Contoh di wilayah Cipocok itu sudah free, kita bekerjasama dengan pihak pihak luar untuk menanggulangi,” ucapnya.
Pihaknya mengklaim, perilaku buruk buang air besar sembarangan di Kota Serang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dirinya tak memberikan data jelas dalam berbentuk angka maupun persentase.
“Meskipun saat ini sebenarnya data prilaku buruk buang air besar sembarangan di Kota Serang menurun tahun ini dibanding tahun sebelumnya,” katanya.
Ia juga mengakui, perilaku tidak sehat seperti buang air sembarangan menjadi salah satu faktor meningkatkan gizi buruk di Kota Serang.
“Contoh orang yang buang air besar sembarangan memiliki penyakit cacingan. Kemudian telur cacing hasil buang air besar sembarangan berterbangan dan menempel pada makanan atau menempel pada kulit anak yang tengah bermain di tanah, maka akan mengakibatkan penyakit cacingan,” ujarnya.
Editor : Merwanda











