SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lembaga pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak di tengah pesatnya perkembangan media sosial.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang, Uesul Qurni, saat meninjau pelaksanaan ujian akhir MDTA tingkat Kecamatan Ciruas yang digelar terpusat di Gedung MTs Negeri 1 Serang, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam kunjungannya, Uesul Qurni didampingi Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Serang, Hasanudin. Ia juga menyempatkan diri mengunjungi setiap ruang ujian dan berbincang dengan para siswa.
Menurut Uesul Qurni, pendidikan di MDTA sangat penting untuk membentuk karakter anak, khususnya bagi siswa yang menempuh pendidikan di sekolah umum dengan keterbatasan mata pelajaran agama.
“Pendidikan keagamaan di MDTA sangat baik. Anak-anak diajarkan fiqih, membaca Al-Qur’an, memahami hadits, serta pembelajaran akidah, akhlak, sejarah Islam, dan bahasa Arab. Ini sangat mendukung pembentukan karakter,” ujarnya.
Ia menambahkan, materi tersebut umumnya tidak diajarkan secara mendalam di sekolah umum, sehingga kehadiran MDTA menjadi pelengkap penting dalam memberikan pemahaman keagamaan bagi anak.
Uesul juga menyoroti hasil penelitian yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan baca tulis Al-Qur’an. Menurutnya, MDTA berperan besar dalam mencetak generasi berakhlakul karimah.
“MDTA membantu membentuk karakter anak, mulai dari cara bergaul dengan teman, menghormati guru, hingga menghormati orang tua,” katanya.
Ia mengungkapkan, minat masyarakat terhadap MDTA di Kabupaten Serang tergolong tinggi. Dari sekitar 176 ribu siswa sekolah dasar, sebanyak 75 ribu di antaranya mengikuti pendidikan di MDTA.
“Artinya, sekitar 40 persen siswa SD juga belajar di madrasah diniyah. Ini menunjukkan respon masyarakat yang sangat baik,” ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga tengah mengkaji implementasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 tentang MDTA guna memperkuat peran lembaga tersebut.
Uesul menjelaskan, umumnya anak mulai mengikuti pendidikan diniyah sejak kelas tiga SD sebagai upaya menyeimbangkan pengetahuan umum dan agama.
“Ini menjadi bekal penting bagi anak-anak, khususnya dalam membentuk dasar kehidupan mereka,” tambahnya.
Ia pun mengimbau para orang tua untuk mendaftarkan anak-anaknya ke MDTA.
“Peran orang tua seringkali terbatas dalam memberikan pendidikan agama. Sementara anak cenderung lebih patuh kepada guru, sehingga madrasah diniyah menjadi sangat penting,” tegasnya.
Editor: Mastur Huda











