PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kelurahan Pager Batu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, terus mendorong pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Masyarakat yang tinggal di Gunung Karang, lingkungan yang sejuk dan asri, aktif mengembangkan potensi mereka, termasuk dalam bidang pertanian, UMKM produk makanan, dan pembuatan anyaman berbahan bambu.
Lurah Pager Batu, Soni Agustina, menyampaikan kurang lebih 10.150 penduduk sebagian besar mayoritas di antaranya adalah petani dan pengrajin anyaman bambu. Hasil kreativitas mereka, seperti alat-alat dapur, boboko, dan piring untuk hajatan, memiliki daya jual ekonomis tinggi.
“Ya kerajinan anyaman bambu itu dibuat seperti alat-alat dapur kemudian boboko, hasil kerajinannya di jual ke luar daerah dan di wilayah Pandeglang,” ungkapnya, Jumat 19 Januari 2024.
Dikatakannya, bahwa dengan potensi yang ada, para pengrajin ini memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tengkulak.
Selain itu, pihaknya akan mendorong pengrajin agar memanfaatkan teknologi digital dalam penjualan mereka, guna memperluas jangkauan pemasaran.
“Kalau pemasaran secara online belum, justru itu kami akan mendorong agar bisa ke arah sana karena memang masih ada kekurangan pemahaman terkait penggunaannya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayahnya akan terus dioptimalkan. Rencananya, dengan membentuk kelompok usaha koperasi atau sejenisnya.
“Selain itu, para anggota PKK di sini menunjukkan solidaritas yang kuat, dan dengan kesatuan ini, mereka dapat bersama-sama membangun koperasi untuk lebih memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa di Kelurahan Pager Batu, pengrajin anyaman rotan bambu terbagi menjadi dua kelompok, sementara banyak individu pengrajin anyaman tersebar hampir di setiap rumah.
“Pelaku pengrajin usaha produk anyaman didominasi oleh ibu-ibu dan ada juga ibu-ibu lansia, karena kerajinan ini merupakan usaha turun temurun,” jelasnya.
Untuk mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pihaknya berencana berkoordinasi dengan OPD terkait untuk memberikan pelatihan dan mengembangkan produk-produk tersebut.
“Penting juga mengelola manajemen dengan baik, serta memastikan diversifikasi produk, sehingga pengrajin dapat menciptakan kerajinan baru tetapi tetap menggunakan bahan bambu rotan,” ujarnya.
Dia berharap agar ekonomi masyarakat dapat berkembang, mengurangi ketergantungan pada program tertentu, dan mendapatkan penghasilan yang stabil dari hasil kreativitas mereka.
“Sementara infrastruktur masih menjadi kendala, potensi wilayah mungkin bagus, namun jika infrastrukturnya kurang memadai, dapat berpengaruh pada pemanfaatan potensi yang ada,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











