SERANG – Penghitungan suara Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 belum selesai. Namun ada beberapa perubahan formasi yang akan terjadi di DPRD Kabupaten Serang.
Salah satunya yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berpotensi menggeser Partai Demokrat pada posisi pimpinan DPRD Kabupaten Serang.
Hal tersebut berdasarkan data update dari laman https://pemilu2024.kpu.go.id per tanggal 25 Februari 2024 sekitar pukul 16:28 WIB. Dari data tersebut perhitungan suara sudah masuk sekitar 62.71 persen dari total 4.452 TPS.
Dari data tersebut, terlihat Golkar mengungguli perolehan suara di Kabupaten Serang yakni 19,19 persen, atau sebanyak 75.530 suara, lalu di posisi ke dua diduduki oleh partai Gerindra yakni mendapatkan perolehan suara sebanyak 14,54 persen atau sekitar 56.859 suara.
Sementara di posisi ketiga diduduki oleh PKS dengan perolehan suara mencapai 10,99 persen atau sebanyak 43.266 suara. Di posisi keempat ditempati oleh PDIP dengan perolehan suara mencapai 9,61 persen atau 37.822 suara. Sementara Partai Demokrat mendapatkan suara 8,34 persen atau 32.826 suara.
Pada hasil Pileg 2019, Partai Demokrat mendapatkan posisi keempat perolehan suara terbesar sehingga mendapatkan kursi wakil ketua DPRD. Pada Pileg 2024, kursi wakil ketua DPRD itu berpotensi direbut oleh PDIP.
Ketua KPU Kabupaten Serang Muhammad Nasehudin mengatakan, ada beberapa kecamatan yang sudah menyelesaikan rapat pleno tingkat kecamatan dan ada juga beberapa kecamatan yang masih belum selesai.
“Kalau tingkat kecamatan ada beberapa yang selesai, dan ada beberapa juga yang masih berjalan. Sekitar sejumlah kurang lebih 50 persen di tingkat kecamatan sudah selesai, sisanya masih berjalan,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu 25 Februari 2024.
Ia mengungkapkan, mayoritas kecamatan yang belum menyelesaikan rapat plenonya adalah karena memiliki jumlah TPS atau desa yang banyak. “Apalagi yang TPS nya banyak jadi membutuhkan proses, kita do’akan saja teman-teman kita di kecamatan bisa diberikan kesehatan, bisa diberikan fisik yang kuat badannya sehat, agar bisa menyelesaikan tugasnya sesuai dengan target waktu yang di tetapkan,” katanya.
Mengenai data yang masuk dalam Sirekap, ia mengatakan jika data tersebut belum 100 persen menggambarkan suara di Kabupaten Serang. Untuk itu, ia meminta agar masyarakat tetap menunggu hasil rapat pleno di tingkat Kabupaten Serang saja.
Namun demikian, pada saat pelaksanaan rapat pleno di tingkat kecamatan pihaknya memastikan jika data yang ada di Sirekap dilakukan verifikasi. Hal itu agar nantinya data yang ada di sirekap tidak terjadi kekeliruan dan sesuai dengan hasil perhitungan di TPS.
“Pasti dilakukan verifikasi ulang baik yang benar maupun yang keliru, yang benar pun tetap dilakukan verifikasi tetap kita lihat apakah ada kekeliruan misalkan kalau ada kita panggil KPPS yang bersangkutan,” pungkasnya.
Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDIP Kabupaten Serang Mufrod Thama mengatakan, berdasarkan penghitungan suara internal, partainya akan mendapatkan kursi pimpinan di DPRD Kabupaten Serang. “Hitungan internal kita, PDIP dapat enam kursi di DPRD Kabupaten Serang,” katanya.
Jika diperoleh enam kursi, hal itu menunjukkan peningkatan jumlah kursi PDIP dari sebelumnya hanya empat kursi. “Semua dapil kita dapat kursi, khusus untuk dapil dua kita dapat dua kursi, ini penghitungan internal kita,” ujarnya.
Ia mengatakan, perolehan suara itu berkat kerja keras semua kader PDIP di Kabupaten Serang. Karena pihaknya sudah mempersiapkan dua tahun sebelum penyelenggaraan Pileg. “Tapi kita tunggu hasil resmi dari KPU,” ucapnya.
Sekretaris DPC Demokrat Kabupaten Serang Riki Suhendar mengatakan, berdasarkan data sementara yang diterima, pihaknya mengakui ada potensi Partai Demokrat tergeser dari kursi pimpinan DPRD Kabupaten Serang. “Kita kayaknya gak dapat pimpinan, dapil 5 nya kemungkinan kita gak dapat kursi. Kemungkinan kursi pimpinan demokrat saat ini tidak bisa dipertahankan,” katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan data yang telah dihimpun dari saksi partai, ada empat dapil yang sudah pasti mendapatkan kursi DPRD Kabupaten Serang. “Ada empat kursi, dapil 5 nya kemungkinan tidak dapat kursi,” jelasnya.
Ia mengaku jika kondisi Partai Demokrat saat ini tengah berduka karena kehilangan sosok pimpinan menjelang pelaksanaan pemilu 2024. “Kita sekarang ini sedang berduka, ketua partai kita kan meninggal kemarin sebelum pemilihan,” tegasnya.
Namun demikian, pihaknya tetap akan menunggu hasil resmi pemilu 2024 untuk memastikan apakah memang demokrat kehilangan kursi pimpinan atau tidak. Ia juga meminta agar para saksi tetap fokus untuk mengawal suara partai dan caleg dari partai demokrat. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak











