PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID-Beredar sebuah video akun TikTok @eminemin 19014 memposting adanya seekor buaya besar di muara Sungai Cisiih, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Buaya tersebut berada di muara Sungai Cisiih yang menjadi tempat bersandar perahu nelayan dari dua kecamatan yakni Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Jumat, 5 April 2024.
Lokasi muara sungai merupakan perbatasan antara Kecamatan Sumur dengan Kecamatan Cimanggu.
Ukuran buaya sangat besar hampir sebesar perahu nelayan.
Ketua Forum Komunikasi Relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang Beni Madsira mengatakan, saat ini di media sosial diramaikan kemunculan seekor buaya di Muara Sungai Cisiih.
“Buayanya berukuran sangat besar. Diperkirakan mencapai enam meter karena panjangnya hampir sama dengan ukuran perahu nelayan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon selularnya, Jumat, 5 April 2024.
Beni mengimbau, kepada masyarakat agar berhati-hati saat akan melakukan aktivitas di Muara Sungai Cisiih. Terutama bagi nelayan dan pemancing.
“Jangan sampai ada lagi korban diterkam buaya,” katanya.
Kemunculan buaya di Muara Cisiih ini sangat jarang terjadi. Sehingga cukup membuat heboh di media sosial.
“Khususnya di group WhatsApp,” katanya.
Ketua RT 03 RW 04 Kampung Ketapang, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur Ruyadinata mengungkapkan, selain di Muara Sungai Cisiih, Buaya juga sudah sering terlihat di Muara Sungai Katapang.
“Kadang-kadang ada tiga ekor buaya muncul di Katapang,” katanya.
Lebih lanjut, Ruyadinata mengatakan kemunculan buaya di muara sungai ini baru sekarang-sekarang saja.
“Kalau dulu-dulumah paling ada di daerah kawasan Taman Nasional Ujung Kulon saja,” katanya.
Sedangkan sekarang ini, buaya sering nampak ke permukaan di sekitaran muara sungai. Buaya lebih sering muncul di muara ini pasca bencana tsunami melanda pesisir pantai selatan Kabupaten Pandeglang.
“Beberapa kali juga terjadi kasus warga diterkam buaya. Terakhir itu yang tengah memancing ikan dan syukur alhamdulillah selamat,” katanya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











