LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Harga daging ayam di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, melonjak mencapai harga Rp 35.000 per kilogram. Sebelumnya harga normal Rp 30.000 per kilogram.
Penjual daging ayam, Usman, mengatakan bahwa kenaikan harga telah terjadi selama seminggu. Dia menjelaskan bahwa hal ini adalah hal yang biasa terjadi di momen-momen tertentu seperti Lebaran dan Idul Adha 1445 Hijriah.
“Udah biasa baik kalau pas momen Lebaran dan pasca Lebaran Idul Adha, ” kata dia kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 10 Juni 2024.
Ia mengungkapkan, akibat kenaikan harga pelanggan banyak yang mengurangi timbangan daging ayam.
“Ada saja yang ngeluh, kalau pembeli sepi, cuman pelanggan saya yang tadinya suka beli 1 kilogram, karena naik dikurangi setengah kilogram, ” ujarnya.
Ia menjelaskan, diprediksi kenaikan harga daging ayam akan kembali normal dalam waktu dekat ini.
“Sekitar 7 hari ke depan paling kembali normal, ya mau gimana soalnya kan ini mah udah jadi kebiasaan,” terang dia.
Meskipun begitu, konsekuensi dari kenaikan harga tersebut terasa di kalangan pembeli. Banyak dari mereka yang mengeluhkan penurunan timbangan daging ayam yang mereka beli sebagai dampak dari kenaikan harga.
Pembeli, Afifa mengaku, heran setiap momen Idul Adha harga daging ayam selalu mengalami kenaikan.
“Momen sih momen ya, tapi coba jangan naikan harga kebutuhan pokok, karena naik kan saya jadi harus merogoh kocek lebih,” singkatnya.
Ia menyebutkan, bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok memberikan beban tambahan bagi konsumen. Terlebih, daging ayam merupakan salah satu kebutuhan pokok.
“Harapannya, semoga harga daging ayam turun dan jangan terus menerus naik. Karena kalau terus naik kami masyarakat kecil kesusahan,” tandasnya.
Reporter: Nurandi











