SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon, Bogie Setia Perwira Nusa menyebut wilayah hukumnya sebagai daerah dengan tingkat kerawanan tinggi penyelundupan narkoba.
Hal tersebut diungkapkan Bogie usai menyambangi kantor Radar Banten, di Jalan Kolonel Tubagus Suwandi, Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin sore, 10 Juni 2024.
“Cilegon ini unik, daerahnya menjadi tempat yang strategis dan kerawanan tinggi dalam hal penyelundupan narkotika,” katanya.
Ia menjelaskan, alasan Kota Cilegon menjadi daerah dengan kerawanan tinggi penyelundupan narkoba karena menjadi penghubung antara Pulau Sumatera dan Jawa. “Kota Cilegon ini menjadi pintu masuknya Pulau Jawa,” ujar pria asal Trenggalek, Jawa Timur ini.
Bogie menyebut dari beberapa kasus narkoba dengan barang bukti yang besar yang berhasil diungkap diketahui diselundupkan melalui Pulau Sumatera dan melintasi Kota Cilegon.
“Beberapa kasus yang berhasil diungkap memang ada yang melalui Cilegon. Kota Cilegon ini punya kerawanan tinggi, makanya kita harus bisa stop,” ujarnya.
Ia menyebut Pelabuhan Merak dan pelabuhan tikus yang ada di wilayahnya menjadi tempat favorit pelaku untuk menyelundupkan narkoba. Modusnya, ada dibawa menggunakan kendaraan pribadi dan kendaraan barang.
Dari kasus yang berhasil diungkap, sindikat penyelundupan narkoba kata dia biasanya menyembunyikan barang terlarang tersebut di dalam tangki kendaraan yang dimodifikasi. Selain itu, ada yang disimpan di ban serep mobil dan dalam pintu mobil.
“Modusnya ada yang menyembunyikan di dalam tangki mobil yang dimodifikasi dan juga ban serep,” kata mantan Kepala BNN Kabupaten Magelang ini.
Bogie mengungkapkan, salah satu alasan pemberantasan narkoba sulit dilakukan karena para pelaku selalu berinovasi dalam menjalankan aksinya. Tak hanya berinovasi dalam menyelundupkan narkoba mereka juga melakukan inovasi terhadap narkoba jenis baru.
“Mereka ini selalu berinovasi, sebentar lagi kan Idul Adha atau lebaran kurban, itu narkotika bisa saja nanti diselundupkan dengan cara dimasukkan ke dalam lambung sapi,” ujar mantan Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.
Bogie menambahkan, dalam hal pemberantasan narkoba, BNN diakuinya tidak bisa sendiri. Semua elemen masyarakat, pemerintah dan aparat penegak hukum harus bersatu padu agar dapat mewujudkan Indonesia bersih dari narkotika.
“Semuanya harus terlibat, BNN tidak bisa sendiri (dalam hal pemberantasan narkoba),” tutur pria yang belum satu bulan menjabat sebagai Kepala BNN Kota Cilegon ini.
Reporter: Fahmi
Editor: Aas Arbi











