PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga beras di Pasar Pandeglang masih mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi karena panen telah usai, sehingga menyebabkan pasokan beras berkurang.
Para petani sudah memasuki masa akhir panen raya. Hal ini diperkirakan membuat harga beras naik lagi. Pasalnya, harga gabah kering panen (GKP) sudah naik menjadi Rp 6.440 per kilogram.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, harga gabah cenderung naik. Apabila harga gabah naik, harga beras juga turut serta naik.
Penjual beras, Nurul, mengatakan bahwa harga beras di Pasar Pandeglang terus merangkak naik dalam dua minggu terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh berakhirnya masa panen raya di sejumlah daerah sentra produksi.
“Kenaikan ini sudah ada sejak minggu terakhir, ya mungkin hampir sebulan kurang. Penyebabnya setahu saya karena itu masa panennya sudah habis jadi harga gabah naik,” ungkapnya saat diwawancarai Radar Banten, Kamis 13 Juni 2024.
Dikatakannya, harga beras medium sekarang ini sudah mencapai lebih dari Rp 320 ribu per karung. Padahal, harga normal sebelumnya berkisar antara Rp 280 ribu hingga Rp 290 ribu per karung.
“Kalau sekarang sudah Rp 300 ribu ke atas, ya kalau untuk per-liternya dari sebelas ribu kemudian dua belas ribu sampai tiga belas ribu,” katanya.
Menurutnya, harga beras jenis premium saat ini telah mencapai Rp 400 ribu per karung, naik dari harga normal sebelumnya yang berada di kisaran Rp 380 ribu per karung.
“Harga itu tergantung pada kualitas berasnya, jadi memang berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menyampaikan terkadang banyak konsumen atau pembeli menanyakan dengan naiknya harga beras tersebut. Tetapi mau tak mau mereka membelinya.
“Iya komplain mah ada aja, kok harganya naik tiba-tiba kata pembelinya, ya mau gimana lagi kita juga ngikutin harga dari sananya, untuk pasokan beras sendiri ini beras lokal,” tuturnya.
Dengan begitu, Pemerintah tidak boleh lengah lantaran harga beras berpotensi naik lagi akibat penurunan produksi padi setelah panen raya telah usai. (*)
Editor: Agus Priwandono











