PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Hingga saat ini, uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang yang sudah dinanti-nanti kembali dibatalkan. Pembatalan kali ini bahkan jadi yang kedua kalinya.
Sebagaimana perlu diketahui, uji coba program MBG di Kabupaten Pandeglang awalnya dijadwalkan pada 13 Januari 2025. Namun, jadwal tersebut kemudian mundur ke 20 Januari 2025. Sayangnya, pada tanggal yang telah ditentukan, program ini justru gagal dilaksanakan dan kembali molor.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Pandeglang, Asep Rahmat, menjelaskan bahwa molornya jadwal uji coba program MBG disebabkan oleh kendala penyediaan peralatan makan yang belum siap.
“Iya, jadwalnya semula 20 Januari, tapi diundur karena ompreng-nya belum tersedia, dan hingga saat ini pun belum siap,” ungkapnya, pada Jumat 24 Januari 2025.
Namun, Asep mengatakan, berdasarkan informasi terakhir, uji coba program MBG di Pandeglang dijadwalkan akan dimulai pada 3 Februari 2025. Lokasi uji coba tetap di Kecamatan Menes dan Labuan, dengan target 7.000 siswa sebagai penerima manfaat.
“Uji coba ini di dua kecamatan dengan target 7.000 siswa, yang dipilih berdasarkan penunjukan dari BGN (Badan Gizi Nasional),” kata Asep.
Menurutnya, uji coba program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini sebenarnya dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk soal penganggaran. Sementara itu, Kabupaten Pandeglang hanya berperan sebagai penerima manfaat.
“Uji coba MBG itu dari BGN, jadi anggarannya dikelola oleh BGN. Kami hanya penerima manfaat, meskipun begitu, Alhamdulillah kami tetap berkoordinasi dengan BGN melalui SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia),” ujarnya.
Asep menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp7,6 miliar yang disiapkan oleh pemerintah daerah untuk program MBG tersebut belum digunakan.
“Anggaran itu belum dipakai untuk simulasi atau uji coba MBG. Sejauh yang saya tahu, Pemda biasanya mengikuti Permendagri, termasuk dalam hal alokasi anggaran,” katanya.
Lebih lanjut, Asep menyebut bahwa SPPI di Kabupaten Pandeglang diwakili oleh empat orang dari wilayah Pandeglang yang mewakili pemerintah pusat.
“Jadi, ada empat orang SPPI dari Pandeglang. Sepertinya jumlahnya bertambah, dan mereka juga membuka link pendaftaran yang bisa diikuti siapa saja, dengan syarat sarjana dari berbagai jurusan,” tandasnya.
Editor: Abdul Rozak











