SERANG – PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB) kembali menyelenggarakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk masyarakat di sekitar perusahaan.
Kali ini, program yang dijalankan bernama program Bima Cakra yakni program pembinaan siswa berprestasi bersama membina anak cerdas, kreatif dan berakhlak. Kemudian juga melakukan pembinaan lingkungan kepada sekolah untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata. Program ini dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional dan hari lingkungan hidup sedunia.
Program ini dilaunching di SDN Terate, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu pada Senin 15 Juni 2026. Hadir Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Direktur General Affairs PT SGPJB Hari Purnomo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Sarudin, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Muhammad Hanafiyah, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Direktur General Affairs PT SGPJB, Hari Purnomo, menyampaikan program pembinaan siswa berprestasi menyasar tiga sekolah di Desa Terate. Antara lain SDN Terate, SDN Genurit, dan Yayasan Hidayatul Mustaqim.
Program ini berupa pemberian beasiswa untuk siswa berprestasi dan pembinaan akademik dan non akademik. Selain pemberian beasiswa, siswa yang terpilih juga akan diberikan les tambahan untuk meningkatkan kemampuan akademiknya.
Dari tiga sekolah tersebut, ada sembilan siswa yang akan diberikan beasiswa dan juga diberikan pembinaan. Pihaknya akan menyelenggarakan seleksi berupa cerdas cermat untuk mengikuti program ini.
Kemudian, PT SGPJB juga menjalankan program bank sampah di sekolah. Program ini dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak dan ramah lingkungan. Secara teknis, para siswa membawa sampah dari rumah masing-masing ke sekolah yang kemudian ditampung oleh bank sampah.

Pihak bank sampah akan menimbang dan menilai berapa nominal dari sampah yang dibawa. Kemudian uang pengganti sampah itu akan diberikan kepada siswa dalam bentuk tabungan. “Dalam tiga bulan terakhir, kita sudah berhasil mengumpulkan dua ton sampah daur ulang,” ujar Hari.
Selain itu, PT SGPJB juga memberikan bantuan sarana prasarana persampahan dan penanaman pohon di tiga sekolah tersebut. Sehingga program bank sampah dan penghijauan sekolah dapat berjalan dengan baik.
Wakil Bupati Serang, Mohammad Najib Hamas, mengapresiasi program yang dijalankan oleh PT SGPJB. Menurutnya, program itu merupakan langkah nyata kolaborasi pemerintah daerah dengan industri dalam rangka menyejahterakan masyarakat.
“Ini program sangat bagus, kami sangat mengapresiasi. Pemerintah daerah tentu tidak bisa berjalan sendirian dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kami butuh kolaborasi dari berbagai pihak,” ujarnya.
Ia menilai, alokasi CSR dari PT SGPJB untuk pendidikan dan lingkungan sudah sangat tepat. Terlebih lagi melihat kondisi pendidikan dan penanganan sampah di Kabupaten Serang yang harus terus dibenahi.
“Saya berharap, perusahaan lain juga dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh PT SGPJB, kami sangat terbantu dengan adanya peran serta industri dalam menangani persoalan pendidikan dan lingkungan di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak









