CILEGON, RADATBANTEN.CO.ID – Platform sosial media X, sedang diramaikan dengan tweet dari akun @sosmed keras yang memuat pesan WhatsApp dari guru diduga penyuka sesama jenis.
Tweet dari @sosmed keras membuat pesan dari guru yang diduga berasal dari Kota Cilegon, dengan mantan muridnya di posting pada Rabu (22/1) sudah mendapatkan 7,4 juta tayangan dan 33 ribu likes.
Dilihat dari postingan itu, seorang pemuda berinisial A mengirim pesan kepada mantan gurunya saat SD dan SMP dulu berinisial CP.
Pesannya dibalas dengan respon baik oleh CP yang mengingat A, tidak sesuai harapan A, CP merespon pesan A dengan cara yang mengejutkan.
CP menyatakan ketertarikan kepada sang murid, yang sesama berjenis kelamin pria, dengan menyatakan rasa suka dan ketertarikan yang lama dipendam.
A yang belum mengerti, terus melanjutkan berbalas pesan WhatsApp dengan CP yang terus memberikan panggilan Sayang kepada A.
Sampai akhirnya CP mengajak A untuk menginap bersama di Daerah Serang, dengan dalih takut menginap sendiri dan sedang ada acara sekolah.
A yang sadar dengan kelainan dari gurunya segera memblokir kontak dari CP.
Salah seorang penggunaa akun X, menyatakan keprihatinannya akan kondisi A yang ditinggalkan oleh sang ibu dalam kondisi yatim , menyatakan keprihatinannya akan kondisi A yang ditinggalkan oleh sang ibu dalam kondisi yatim.
“Si A ini ditinggal bapaknya meninggal pas masih kecil, ibunya nikah lagi, otomatis dia tumbuh tanpa background bapak jdi emng kelihatan agak lemot & gak cepet sadar walau typing pak endang udh ngarah ke arah negatif dari awal, kasian sbnrnya,” tulisnya.
Pengguna lainya merasa risih akan kehadiran CP yang belum terungkap indentitas aslinya, dan belum jelas dimana dinas nya.
“Mending tu guru di spill deh meresahkan banget dia keknya pernah bantu arya tapi setelah bantu ternyata ada ujungnya, hati2 sama cahya purnama dari cilegon takutnya besok2 habis bantu muridnya malah dijadiin tumbal,” tulisnya.
Sampai saat berita ini ditulis, akun X @Sosmed Keras belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai sumber pesan WhatsApp yang viral.
editor: Bayu Mulyana











