PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyindir kondisi jalan di Pandeglang dengan gaya candaan. Sindiran itu menyoroti jalan yang dianggap butut alias rusak.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi menanggapi pernyataan Gubernur Banten, Dedi Mulyadi, yang menyoroti kondisi jalan di Pandeglang. Ia menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap daerahnya.
“Saya rasa yang disampaikan Kang Dedi Mulyadi itu adalah bentuk kepedulian beliau terhadap Kabupaten Pandeglang,” ungkap Iing, Rabu 26 Februari 2025.
Menurut Iing, Dedi Mulyadi juga memahami kondisi fiskal Kabupaten Pandeglang yang masih terbatas. Ia berharap ada dukungan anggaran untuk perbaikan infrastruktur di daerahnya.
“Kang Dedi Mulyadi tahu kondisi fiskal di Pandeglang. Mudah-mudahan nanti bisa ada support anggaran, baik melalui hibah dari Provinsi Jawa Barat atau mekanisme lainnya,” kata Iing.
Lanjutnya, Iing mengapresiasi pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyoroti kondisi fiskal daerahnya. Ia menilai hal itu bisa membuka mata publik tentang keterbatasan anggaran di Kabupaten Pandeglang.
“Apa yang disampaikan Kang Dedi saya sangat apresiasi, supaya masyarakat luas tahu bahwa fiskal Kabupaten Pandeglang memang terbatas,” ujarnya.
Meski anggaran minim, Iing menegaskan bahwa hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi dirinya dan Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani selaku kepala daerah. Ia optimistis ke depan kondisi fiskal bisa lebih stabil.
“Ini menjadi PR Dewi-Iing ke depan. Mudah-mudahan fiskal kita stabil dan mandiri. Segala upaya akan kami lakukan,” katanya.
Iing menegaskan bahwa upaya meningkatkan fiskal tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan dengan kerja sama tim.
“Kami bukan superman, tapi super tim yang bekerja secara pentahelix di Pandeglang. Baik itu dinas penghasil dan lainnya, kami akan bekerja bersama agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercapai sesuai harapan,” terangnya.
Iing Andri Supriadi, menegaskan bahwa target pembangunan Kabupaten Pandeglang dalam satu hingga lima tahun ke depan akan dibahas bersama Bupati Raden Dewi Setiani. Saat ini, Bupati masih menjalani retreat di Magelang.
“Terkait target pembangunan, nanti kami akan koordinasikan dengan Ibu Bupati. Kebetulan beliau masih di Magelang untuk retreat. Setelah pulang, kami akan membahas capaian tahun pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, bahkan untuk tahun-tahun selanjutnya,” katanya.
Menurutnya, pembahasan target ini akan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar program pembangunan bisa berjalan sesuai rencana dan prioritas daerah.
Ketika ditanya mengenai targetnya dalam membangun Kabupaten Pandeglang kedepan ditengah kondisi efisiensi anggaran, Iing menyatakan bahwa target pembangunan daerah dalam satu hingga lima tahun ke depan akan dibahas bersama Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani. Menurutnya, koordinasi itu baru akan dilakukan setelah Dewi menyelesaikan agenda retreat di Magelang.
“Kami akan berkoordinasi dengan Ibu Bupati terkait target pembangunan. Saat ini beliau masih melaksanakan retreat di Magelang. Setelah kembali, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) akan membahas capaian yang telah direncanakan, mulai dari tahun pertama hingga tahun kelima,” tuturnya.
Iing menegaskan bahwa pembahasan tersebut akan mencakup evaluasi capaian pemerintahan Dewi-Iing serta strategi efisiensi anggaran di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi daerah.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi biasa dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) kembali mencuri perhatian usai menyinggung kondisi jalan rusak di Kabupaten Pandeglang dalam sebuah video yang viral di media sosial (Medsos).
Editor: Bayu Mulyana











