SERANG, RADRBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang telah merilis data KK yang terdampak akibat banjir hang terjadi pada Jumat 7 Maret 2025 lalu.
Berdasarkan hasil assesment BPBD, ada sebanyak 1.006 KK yang rumahnya terendam banjir yang terjadi di tiga desa di Dua Kecamatan tersebut.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ade Ivan Munasyah mengatakan, ada sebanyak tiga desa di dua kecamatan yakni Kecamatan Padarincang dan Kecamatan Cinangka yang terendam banjir dan menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir.
Tiga desa tersebut ialah Desa Citasuk, dan Desa Batukuwung Kecamatan Padarincang, serta Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka.
“Sudah kita lakukan pendataan terhadap korban banjir, ada sebanyak 1.006 KK yang terdampak. Saat ini masih ada beberapa rumah yang tergenang oleh banjir,” katanya Sabtu 8 Maret 2025.
Ia mengatakan, untuk wilayah yang masih tergenang banjir ada di dua desa yakni di Kampung Ciseke, Desa Batukuwung, Kecamatan Padatincang, serta di Kampung Kajeroan, Desa Rancasanggal, Kecamatan Mancak.
“Di Batukuwung masih ada 15 rumah yang tergenang banjir dengan ketinggian air sekitar 10 sampai 15 centimeter. Sementara di Rancasanggal masih cukup parah yakni ketinggian air dari 15 hingga 55 centimeter,” ujarnya.
Ia mengatakan, di Desa Rancasanggal saat ini masih ada sebanyak 200 jiwa yang memilih untuk mengungsi. Pasalnya, rumah mereka masih terendam oleh banjir. “Ada 1.120 warga yang terdampak dan 200 orang mengungsi. Untuk titik pengungsian berada di Masjid Roudotul Jannah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di Kecamatan Padarincang ada sebanyak 543 rumah yang terdampak akibat banjir. Bukan hana itu ada jua sebagai 2 sekolah dan satu mesjid yang terendam. “Di Padarincang kondisi sudah kondusif, warga jua sudah mulai beraktifitas kembali,” ujarnya.
Ia mengatakan, banjir yang terjadi di Kecamatan Padarincang diakibatkan hujan deras yang terjadi sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Akibatnya, sungai Cikalumpang meluap dan membanjiri pemukiman warga. “Dua desa ini paling parah,” tegasnya.
Lebih lanjut Ivan meminta agar masyarakat tetap waspada terkait potensi banjir yang bisa terjadi karena saat ini kondisi cuaca masih belum menentu. Apabila terjadi hujan deras, masyarakat diminta untuk langsung mencari lokasi yang lebih aman.
Editor: Abdul Rozak











