LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Jelang Idul Adha, penjual hewan kurban di Kabupaten Lebak memperkirakan akan mengalami penurunan penjualan karena sepi pembeli.
Banyak penjual hewan kurban yang berharap dapat menjual hewan kurban dengan harga yang baik, namun kenyataannya penjualan hewan kurban di Lebak mengalami penurunan yang signifikan.
Dampak penurunan pembelian hewan kurban dirasakan Mupren, salah satu penjual hewan kurban di Kampung Citundun, Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung. Dia menyebut, tahun ini menjadi masa sulit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Mupren mengatakan bahwa sepi pembeli disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan harga hewan kurban dan kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum pulih sepenuhnya.
“Jika melihat tahun kemarin, tahun ini agak menurun, kalau tahun kemarin itu sekitar 160 ekor kambing sudah laku terjual, kerbau sama sapi juga, tapi tahun ini menurun karena kondisi ekonomi di masyarakat lagi turun,” kata Mupren saat ditemui di rumahnya, Selasa, 27 Mei 2025.
Mupren mengatakan, jika pada tahun lalu ia mampu menjual lebih dari 160 ekor kambing, kali ini hanya 80 ekor kambing yang sudah laku terjual.
Ia mengaku, penjualan hewan kurban kali ini mengalami penurunan hingga ratusan juta.
“Yang biasa DKM itu beli tujuh ekor kambing, akhirnya sekarang turun, paling tigw ekor sampai dua ekor kambing saja,” ujarnya.
Kendati demikian, ia mengaku sudah menjual 80 ekor kambing kepada pelanggannya.
“Yang sudah laku terjual dan sudah dibawa konsumen itu ada 30 ekor, sementara yang masih ada di kandang ada 50 ekor,” ungkapnya.
Ia menambahkan, harga kambing kurban yang dijual di tempatnya bervariasi, mulai dari harga Rp 2 juta hingga Rp 6 juta tergantung jenis dan ukuran.
Sedangkan, harga kerbau dan sapi dijual mulai Rp 19 juta hingga Rp 35 juta per ekor, itu pun sudah gratis perawatan dan pengiriman.
“Kalau harga itu ada yang Rp 2 juta untuk hewan kurban, itu juga sudah termasuk biaya perawatan, karena di sini gratis perawatan dan gratis pengiriman juga, ada yang ke Tanggerang, Serang, Pandeglang, gratis ongkir,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











