LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Penghuni Huntara (Hunian Sementara) Cigobang di Kabupaten Lebak menanti kehadiran Gubernur Banten, Andra Soni. Kondisi mereka ingin dilihat langsung oleh Andra Soni setelah bencana alam.
Para korban bencana alam itu berharap, Gubernur Banten dapat memahami kondisi mereka dan memberikan bantuan yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Penghuni Huntara Cigobang telah lama menunggu bantuan dari pemerintah untuk mendapatkan bantuan rumah atau hunian tetap (huntap).
Mereka berharap, Gubernur Banten dapat memberikan perhatian lebih kepada mereka dan membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
Wahyudin, salah satu penghuni Huntara Cigobang, menyampaikan bahwa masyarakat sangat menantikan perhatian langsung dari pemerintah provinsi.
“Kami ingin bapak Gubernur datang melihat kondisi kami di sini. Banyak hal yang masih belum memadai, terutama soal tempat tinggal dan akses kebutuhan dasar,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID saat berada di rumah Huntara Cigobang, Selasa, 27 Mei 2025.
Ia mengaku, kondisi tempat tinggalnya sudah mulai lapuk dan tidak lagi layak huni.
“Kami sudah lima tahun tinggal di Huntara. Dulu kami kira ini hanya sementara, tapi sampai sekarang belum juga ada kepastian. Kami butuh rumah yang layak, bukan sekadar tempat berteduh darurat,” katanya.
Eti, penghuni Huntara Cigobang lainnya, mengungkapkan keinginannya agar pemerintah segera mengambil langkah nyata.
“Kami sudah cukup lama tinggal di Huntara ini. Kami ingin kejelasan, sampai kapan harus bertahan di tempat yang serba terbatas seperti ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat menyulitkan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Kami tidak menuntut mewah, tapi tolong beri kami tempat tinggal yang manusiawi. Kami sudah terlalu lama menunggu,” ujarnya.
“Kami berharap Gubernur dapat melihat kondisi kami dan memberikan bantuan yang tepat untuk kami,” lanjutnya.
Sementara itu, Camat Lebakgedong, Rafei, mengatakan bahwa pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi untuk memperjuangkan pemenuhan kebutuhan penghuni Huntara.
“Kami memahami aspirasi masyarakat. Kehadiran Gubernur Banten tentu akan menjadi bentuk perhatian langsung dan moral support bagi warga yang masih bertahan di Huntara,” kata Rafei.
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong pemerintah provinsi untuk mempercepat penanganan relokasi.
“Keinginan warga cuma satu, ingin segera rumahnya dibangun, itu saja, bukan terus-menerus bergantung pada Huntara yang kondisinya makin memburuk,” ungkapnya.
Editor: Agus Priwandono











