CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah padatnya tugas sebagai aparatur pemerintah, Lurah Ciwaduk Nurul Hadiyati tetap mampu menjalankan peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan pelaku usaha.
Perempuan yang dikenal ramah, tangguh, dan penuh inisiatif ini menjadi sosok pemimpin perempuan yang menginspirasi, khususnya bagi kaum perempuan di Kota Cilegon.
Karier Nurul di pemerintahan dimulai setelah ia memutuskan pulang kampung dari Jakarta pada tahun 2010. Keputusan itu diambil setelah mendapat nasihat dari almarhum ayahnya.
“Waktu itu saya kerja di Jakarta, tapi Bapak saya menyarankan pulang untuk bangun kampung sendiri. Saya ikut tes CPNS jurusan pemerintahan. Kuotanya delapan orang, saya ikut tes di Madrasah Kecamatan Jombang dan alhamdulillah diterima,” ujar Nurul kepada Radar Banten melalui pesan WhatsApp pada Kamis (17/7).
Setelah lulus CPNS, Nurul bertugas di Kecamatan Pulomerak, lalu berpindah ke Dinas Perhubungan (Dishub), dan pada tahun 2014 ditarik ke Bappeda Kota Cilegon.
Kariernya terus menanjak hingga dipromosikan menjadi Kasi Pemerintahan dan Ketertiban Umum di Kelurahan Bendungan pada 2017.
“Di Bendungan saya mulai banyak belajar melayani masyarakat secara langsung. Dari situ muncul berbagai inovasi, yang paling saya kenang adalah pembangunan Kampung Wisata UMKM Palas,” kenangnya.
Kiprah dan semangatnya membuat Nurul dipercaya menjadi Lurah Pabean, sebelum akhirnya pada Januari 2024, dipindahkan dan resmi menjabat sebagai Lurah Ciwaduk.
Menjalani peran sebagai Lurah sekaligus ibu dan pengusaha tidak membuat Nurul kewalahan. Ia mengaku memiliki manajemen waktu yang ketat dan prinsip hidup yang kuat.
“Pekerjaan Lurah itu tidak mengenal jam kerja. Kadang sampai malam, bahkan akhir pekan tetap jalan. Tapi saya belajar membagi waktu. Keluarga saya beri pengertian, dan untuk usaha saya dibantu asisten,” jelasnya.
Ia percaya bahwa perempuan memiliki kelebihan dalam multitasking. “Perempuan itu bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Yang penting pengelolaan waktunya. Saya juga terus belajar setiap hari untuk memperbaiki diri,” tambahnya.
Nurul juga memiliki pandangan tajam soal peran perempuan dalam keluarga dan ekonomi. Baginya, kemandirian ekonomi adalah bentuk kekuatan perempuan yang tidak bisa ditawar.
“Kalau tidak bisa bekerja, berdaganglah. Kalau tidak bisa berdagang, kelola keuangan rumah tangga dengan baik. Kemandirian ekonomi perempuan itu penting untuk membantu keluarga dan mencegah kekerasan dalam rumah tangga,” tegasnya. (mg-01/bam)
Reporter : Adam Fadilah
Editor : Bayu Mulyana











