SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak 12 wakil Indonesia akan turun berlaga pada Kejuaraan Dunia BWF 2025 yang akan berlangsung di Adidas Arena, Paris, Prancis.
Kejuaraan dunia akan digelar pada 25-31 Agustua 2025.
Setelah tiba Jumat 22 Agustus 2025 malam, waktu Paris, tim bulutangkis Indonesia langsung tancap gas dengan menggelar latihan pertama. Latihan singkat sekaligus dijadikan kesempatan menjajal venue pertandingan, Adidas Arena.
Dalam edisi sebelum ini di 2023, Indonesia harus puas dengan medali perak dari Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Sedangkan gelar juara terakhir dipersembahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada saat Kejuaraan Dunia 2019.
“Latihan ini sifatnya hanya conditioning, pengembalian kondisi setelah perjalanan panjang. Secara keseluruhan kondisi Gregoria dan Putri KW,” ungkap Imam Tohari, pelatih tunggal putri di kutip Radarbanten dari laman pbsi.id, Sabtu 23 Agustus 2025.
Dalam latihan perdana tersebut, kata Imam kapasitas latihannya sengaja tidak pul 100 persen.
“Tadi ada coba lapangan pertandingan sebentar. Dipakai untuk stroke-stroke. Selain itu ada sedikit latihan kelincahan kaki. Hari ini bisa dibilang hanya 70 persen, besok akan bertambah kapasitas latihannya di atas persen,” katanya.
Sementara itu Gregoria Marisca Tunjung andalan tunggal putri Indonesia mengaku senang dapa kembali tampil di kejuaraan dunia BWF tahun 2025. Apalagi, gelaran kejuaraan digelar di Paris yang membawa keberuntungan baginya. Dimana, pada Olimpiade Paris 2024 Gregoria berhasil meraih Perunggu.
“Senenang bisa bertanding disini lagi (Olimpiade Paris). Kali ini untuk kejuaraan dunia semoga bisa memberikan yang terbaik. Semoga kali ini kenangan baik yang sudah terjadi tahun lalu bisa memotivasi lagi di kejuraan dunia,” katanya.
Berbeda dengan Gregoria Tunjung, Anthony Sinisuka Ginting menatap Kejuaraan Dunia 2025 dengan menghadapi wakil tuan rumah, Toma Junior Popov di babak 64 besar. Di tempat yang sama, Toma lah yang memupus harapan Ginting melangkah jauh di Olimpiade tahun lalu.
“Pasti ada pikiran muncul tentang hasil di Olimpiade lalu tapi saya tidak mau terlalu fokus ke sana. Jadi lebih fokus apa yang bisa saya buat dan saya persiapkan di pertandingan nanti,” ujar Ginting.
Meskipun ditaklukan wakil tuan rumah pada Olimpiade Paris 2024 yang juga akan menjadi lawannya di babak 64 besar, Ginting Optimisme bisa melangkah jauh di turnamen BWF grade 1 ini.
“Meskipun tempatnya sama tapi punya semangat yang baru, hari yang baru dan pastinya ada kesempatan dan oportuniti yang baru. Lawan dia bukan lawan yang mudah, selalu ramai jadi fokus ke persiapan diri sendiri. Mirip seperti biasanya hanya lebih ekstra,” papar Ginting.
Begitu juga dengan Fajar Alfian. Dia berharap bersama pasangannya Muhamad Rian Ardianto yang diprediksi akan menjadi penampilan terakhir keduanya sebagai pasangan dapat meraih hasil maksimal yaitu juara Dunia 2025. Hanya, menyabet titel juara dunia 2025, Fajar/Rian besar kemjngkjnan tetap dupertahankan sebagai pasangan yabg telah mereka arungi selama 11 tahun selama berkomoetiai di kejuaraan BWF
“Satu tahun lebih kembali lagi ke Paris semoga hasilnya lebih bagus dari Olimpiade dan yang terbaik untuk merah putih,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











