PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Publik digegerkan dengan unggahan terakhir di akun Instagram milik seorang ibu muda bernama Indah Sakinah (24) yang ditemukan tewas bersama bayinya, Ikmal (9 bulan), di rumahnya di Kampung Sindang Resmi, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
Diketahui, peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh orangtuanya saat mendapati ketiganya tergeletak bersimbah darah di dalam rumah. Tiga orang dalam rumah tersebut adalah Indah Sakinah, sang anak Ikmal, dan suaminya Ikbal (26).
Dari ketiganya, Indah dan anaknya ditemukan sudah tidak bernyawa. Sementara itu, Ikbal masih hidup meski mengalami luka serius di bagian leher.
Berdasarkan penelusuran RADARBANTEN.CO.ID, sebelum ditemukan tewas, akun Instagram @indah_sakinah00 sempat mengunggah story terakhir yang menampilkan foto dirinya bersama sang bayi. Dalam unggahan itu, terlihat tulisan caption “Maafin ayah yaa sayang” yang diunggah sekitar 11 jam lalu sebelum peristiwa terjadi.
Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah akun @sipalingpandeglang membagikan ulang tangkapan layarnya.
Sejumlah warganet langsung memenuhi kolom komentar unggahan korban dengan berbagai respon, mulai dari tanda tanya hingga doa.
“Ai kamu teh naha maehan anak pamajikan,” tulis akun @alvia_lutvianti.
“Husnul khatimah tehh,” tulis akun @sintya_a20.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus yang menewaskan ibu muda bersama anaknya ini. Aparat belum memberikan keterangan detail mengenai kronologi maupun motif di balik peristiwa tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Satu keluarga di Kampung Sindang Resmi, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, ditemukan oleh warga tergeletak bersimbah darah di dalam rumahnya. Satu keluarga yang ditemukan tergeletak terdiri dari seorang ibu muda bernama Indah Sakinah (24) dan anaknya masih bayi (9 bulan) bernama Ikmal dan ayahnya Ikbal (26 tahun).
Dari tiga orang itu, ibu dan anak ditemukan sudah meninggal dunia sementara ayahnya masih hidup dengan luka gorok di leher.
Anggota keluarga yang masih hidup yakni Ikbal langsung dievakuasi ke RSUD Aulia.
Orangtua korban Jaja mengatakan, kalau dirinya menaruh curiga melihat kondisi rumah anaknya.
“Sudah siang, sekira pukul 08.30 WIB terlihat sepi. Belum ada aktivitas,” katanya, Kamis, 11 September 2025.
Melihat keadaan rumah sepi, kemudian Ia mengetok-ngetok pintu rumah. Namun tidak ada yang membukakan pintu ataupun menyahut.
“Terus di dobrak dan betapa kaget nya liat darah tercecer dan 3 orang tergeletak di kamar. Kemudian minta tolong warga dan untuk motif kejadian belum diketahui masih nunggu pihak Kepolisian,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang IPTU Alfian Yusuf mengatakan, dirinya telah mendapatkan informasi dari Kanit Reskrim Polsek Menes.
“Tadi pagi Kanit Reskrim Menes telepon. Dan saat ini masih di TKP,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











