SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bina Bangsa, Ian Caesar Fransisco Sinaga, menjadi korban pengeroyokan saat berlangsungnya kegiatan hiburan musik RILAYA yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Bangsa di lingkungan FKIP Universitas Bina Bangsa, Sabtu 30 Mei 2026 malam.
Berdasarkan keterangan korban, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ketika acara musik sedang berlangsung. Korban mengaku datang ke lokasi untuk menyaksikan penampilan musik bersama mahasiswa lainnya.
Menurut pengakuan Ian, keributan bermula saat dirinya berjoget di tengah keramaian penonton. Ia mengaku sempat terlibat cekcok dengan seorang mahasiswa sebelum situasi memanas.
Tak lama kemudian, korban mengaku diajak berkelahi dan mengalami pemukulan yang berujung pada dugaan pengeroyokan oleh sejumlah orang.
“Saya tiba-tiba dipukul dan dikeroyok oleh banyak orang hingga terjatuh. Karena jumlahnya banyak, saya tidak sempat mengenali seluruh pelaku,” ujar Ian.
Akibat kejadian tersebut, Ian mengaku mengalami sejumlah luka dan telah menjalani visum. Ia juga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Serang Kota untuk diproses secara hukum.
“Saya berharap kasus ini diusut tuntas agar tidak ada lagi korban berikutnya dan tidak ada ruang bagi tindakan premanisme di lingkungan perguruan tinggi,” katanya.
Panitia kegiatan, M. Wasal Falah, yang berada di lokasi kejadian membenarkan adanya keributan saat acara berlangsung. Menurutnya, perselisihan terjadi antara korban dengan beberapa orang yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Ia mengaku panitia telah berupaya melerai dan mengendalikan situasi. Namun, kondisi di lapangan cukup sulit karena banyaknya orang yang terlibat dalam keributan tersebut.
“Kami sudah berusaha melerai secara profesional. Namun jumlah orang yang terlibat cukup banyak dan bahkan ada perlawanan ketika proses peleraian dilakukan,” ujarnya.
Menurut Wasal, korban mengalami luka lebam di bagian wajah, luka robek di kepala, serta memar di beberapa bagian tubuh sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, teman korban, Esa Fajriansyah, menyebut ketegangan diduga sudah terlihat sejak salah satu grup musik tampil di atas panggung. Menurutnya, sempat terjadi kontak fisik yang memicu keributan.
Meski sempat dilerai oleh panitia, situasi kembali memanas hingga berujung pada dugaan pengeroyokan. Esa mengaku melihat korban dipukul oleh beberapa orang sebelum akhirnya diamankan panitia.
“Awalnya saya kira persoalan itu sudah selesai setelah dipisahkan panitia. Namun tidak lama kemudian saya mendapat kabar bahwa korban dipukuli. Saat saya mendatangi lokasi, korban sudah dalam kondisi diamankan oleh panitia,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi








