LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Kabupaten Lebak merupakan salah satu dari dua daerah miskin di Banten.
Jumlah warga miskin di daerah yang dipimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini mencapai 111 ribu orang. Dimana, 28 ribu masuk kategori miskin ekstrem.
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menegaskan, bahwa tantangan kemiskinan di Kabupaten Lebak masih sangat tinggi dan perlu ditangani secara serius serta terpadu.
“Ya, di Lebak ini kemiskinan sangatlah tinggi, ada sekitar 111 ribu orang. Kemudian yang masuk kategori miskin ekstrem ada sekitar 29 ribu sampai 30 ribu orang, dan sekitar 5 ribu kepala keluarga. Mereka tentunya harus segera kita entaskan,” kata Amir, Rabu 24 September 2025.
Ia mengatakan salah satu basis kemiskinan berada di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak, wilayah PTPN, dan wilayah administrasi I Perum Perhutani.
“Mereka tentunya harus segera kita entaskan. Pengentasan kemisminan bagian dari komitmen pemerintah daerah,” kata mantan Ketua Baznas Lebak ini.
Untuk menentaskan warga miskin, kata Amir bahwa pentingnya kolaborasi dan keikutsertaan semua elemen masyarakat termasuk dunia usaha.
Utamanya dalam memberikan kesempatan bekerja bagi KK miskin ekstrem yang sudah terdaftar by name by address guna menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lebak.
“Dengan semangat kolaborasi, Pemkab Lebak menargetkan penurunan tingkat kemiskinan menuju 4 persem di tahun 2045. Sinergi ini menjadi wujud nyata semangat kolaboratif dalam membangun ekonomi lokal yang kuat dan berkelanjutan guna menurunkan angka kemiskinan
secara signifikan,” katanya.
Reporter: nurabidin
Editor: AGung S Pambudi











