SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kabupaten Serang diwarnai aksi unjuk rasa dari kalangan mahasiswa. Mereka menyampaikan berbagai tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, mulai dari persoalan pengangguran, pendidikan, hingga penanganan sampah.
Menariknya, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah turun langsung menemui massa aksi di lokasi. Ia duduk bersama mahasiswa dan mendengarkan satu per satu aspirasi yang disampaikan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Zakiyah bahkan menandatangani pernyataan sikap yang dibuat oleh perwakilan mahasiswa sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang diadukan.
“Atas nama Pemkab Serang, saya berterima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya. Insyaallah, di masa kepemimpinan kami, setiap masalah di Kabupaten Serang akan diselesaikan secara bertahap,” ujar Bupati Zakiyah, Rabu 8 Oktober 2025.
Terkait infrastruktur pendidikan, Zakiyah menyebut perbaikan SMP Cikesusal akan menjadi prioritas tahun depan. “Insyaallah 2026 kita tindak lanjuti,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemkab Serang tengah menghadapi tantangan besar pada 2025 akibat pengurangan dana transfer pusat sebesar Rp492 miliar. Namun, ia memastikan program-program prioritas masyarakat tetap berjalan.
“Beasiswa untuk SD, SMP, PAUD hingga kuliah akan tetap kami jalankan di 2025, dengan syarat penerimanya adalah warga Kabupaten Serang,” ujarnya.
Mengenai tingginya angka pengangguran, Zakiyah menegaskan pihaknya telah membentuk satgas anti-calo tenaga kerja yang bekerja sama dengan kepolisian. “Sudah banyak yang ditindak. Karena itu, kami mengusung tema sinergi dan kolaborasi—pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua HMI Cabang Serang Eman Sulaeman mengatakan, mahasiswa menuntut agar Pemkab segera mengambil langkah konkret terhadap sejumlah persoalan.
“Kami meminta Bupati Zakiyah dan Wakil Bupati Najib Hamas membuat terobosan untuk menekan angka pengangguran terbuka yang mencapai 8,19 persen pada 2024,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak Pemkab memperbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak, menindak tambang ilegal, dan menegur industri nakal yang mencemari lingkungan.
“Kami juga meminta Bupati serius menangani persoalan sampah. Harus segera disiapkan lahan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA), dan kewenangan pengelolaannya dikembalikan ke Dinas Lingkungan Hidup,” tegas Eman.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani











