TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berjanji akan memfasilitasi antara pedagang ayam potong tradisional dengan pihak distributor dan juga pihak peternak.
Hal tersebut dilakukan akibat adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Asosiasi Pedagang Ayam se Kabupaten Tangerang karena melambungnya harga ayam di pasar tradisional, pada Selasa kemarin, 21 Oktober 2025.
“InsyaAllah, kami akan memfasilitasi antara pedagang ayam potong tradisional dengan pihak distributor, bahkan hingga peternak supaya harga bisa stabil tanpa ada yang dirugikan,” ujar Joko Ismadi, Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Rabu 22 Oktober 2025.
Menurutnya, kenaikan harga ayam saat ini ditakutkan juga berimbas dari naiknya harga pakan ayam yang bisa jadi dikeluhkan oleh pihak peternak.
Sehingga kata Joko, hal ini akan ditindaklanjuti dengan seksama tanpa ada yang dirugikan.
“Kalau kami nanti bertanya kepada pihak peternak, pasti mereka ingin harga pakan diturunkan,” katanya.
Joko juga mengutarakan bahwa tidak menutup kemungkinan untuk biaya DOC dan biaya pakan murah, maka harga ayam potong akan kembali normal.
“Kami tentu menginginkan para pedagang ayam mendapatkan untuk, distributor untung dan juga pihak peternak juga mendapatkan untung, serta masyarakat bisa membelinya dengan harga normal,” harapnya.
Terkait keluhan para pedagang ayam adanya perusahaan besar yang masuk ke pasaran mereka. Pihak Pemkab Tangerang memiliki keterbatasan untuk masuk ke ranah tersebut.
Sebab kata Joko, perusahaan tersebut tidak berada di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Tindakan kami selanjutnya akan mengumpulkan data terlebih dahulu dan akan mengumpulkan kembali pihak-pihak yang terkait dalam naiknya harga ayam ini,” pungkas Joko.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











