SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Pemkab Serang menargetkan akan membuka sebanyak 10 Gerai Samsat yang lokasinya dekat dengan kantor kecamatan ataupun berada di gedung kecamatan.
Upaya tersebut dilakukan guna mengoptimalisasi pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.
Wakil Bupati Serang Muhammad Naajib Hamas mengatakan, dalam kondisi fiskal saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berupaya melakukan optimalisasi dan intensifikasi pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor.
“Kita optimalkan potensi PKB, BBNKB, kita akan memfasilitasi, menambah gerai Samsat minimal di 10 kecamatan pada tahun 2026,” katanya, Jumat 21 November 2025.
Ia mengungkapkan, selain melakukan penambahan gerai, pihaknya akan memperluas pemberian edukasi tentang pentingnya pajak kepada wajib pajak. “Yang ke dua mempermudah wajib pajak membayar pajaknya,” tegasnya.
Ia mengatakan, adanya aturan mengenai opsen pajak tentunya memberikan semangat bagi daerah untuk melakukan optimalisasi pendapatan dari sektor PKB, BBNKB dan MBLB.
Untuk menggenjot pendapatan dari MBLB, pihaknya akan memastikan agar pajak yang didapatkan dari wilayah sekitar tambang, akan dioptimalkan untuk pembangunan masyarakat yang berada di sekitar tambang.
Sementara itu, Plt Kepala Bapenda Kabupaten Serang Aber Nurhadi mengatakan, saat ini ada sebanyak 5 gerai yang sudah berdiri di kecamatan. Untuk mengoptimalkan pendapatan, pihaknya akan melakukan intensifikasi.
“Kemudian ekstensifikasi kita akan berusaha seperti yang dikatakan Pak Wakil tadi untuk membuka minimal 10 gerai di tahun depan. Bahkan diharapkan tahun ini kita sudah dibuka di tiga kecamatan yakni Cikande, Bojonegoro, dan Anyer,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, untuk realisasi opsen pajak PKB di tahun 2025 ini ada di angka 85,75 persen dari target. Sementara untuk BBNKB di angka 91,68 persen.
“Kita tidak menyalahkan sepenuhnya kepada masyarakat, kenapa susah membayar, karena mungkin tadi jarak. Yang sering saya katakan, membayar pajak kendaraan hanya habis Rp300 ribu tapi ongkosnya misalnya habis Rp500 ribu karena jaraknya jauh. Tapi kalau dekat nanti diharapkan masyarakat peduli dan tidak merasa perlu ongkos tambahan,” ujarnya.
Ia berencana akan membuat layanan gerai Samsat 1 atap, dimana masyarakat bisa mengakses pembayaran pajak bukan hanya pajak kendaraan saja.
“Jadi gerai Samsat satu atap melayani pajak-pajak yang lain. Sehingga masyarakat itu sekali lagi tidak perlu jauh-jauh tapi sekali datang di Gerai Samsat bisa bayar pajak bumi bangunan dan pajak lainnya. Atau pun mereka juga bisa langsung membayar denda tilang sekaligus,” pungkasnya.
Editor Daru Pamungkas











