KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah gempuran kuliner modern, sejumlah kue tradisional khas Kota Tangerang tetap eksis dan menjadi bagian dari identitas budaya setempat.
Keberagaman masyarakat Tangerang turut melahirkan ragam cita rasa yang hingga kini masih digemari, bahkan menjadi buah tangan favorit para pengunjung.
Berikut tiga kue ikonik yang masih bertahan dan wajib dicoba:
1. Dodol Ny. Lauw
Dodol Ny. Lauw menjadi salah satu kuliner legendaris Kota Tangerang yang populer di kalangan warga lokal maupun luar daerah. Memiliki beragam varian rasa, mulai dari original, wijen, duren, hingga mede, dodol ini kerap dijadikan oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung.
Produk ini dipasarkan dari lokasi produksi di Jalan Bouraq, Gang SPG No.59, Kelurahan Neglasari. Varian mede menjadi yang paling banyak diburu karena cita rasanya yang khas dan premium.
2. Bolu Tape Benteng
Kue bolu khas Tangerang ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan aroma tape yang pekat. Rasa manis berpadu dengan karakter tape membuatnya menjadi pilihan tepat bagi pecinta kuliner tradisional.
Pelopor kue ini adalah Mama Bolu di kawasan Karawaci. Selain cocok sebagai camilan, bolu tape benteng juga sering menjadi pilihan buah tangan para tamu yang berkunjung ke Kota Tangerang.
3. Kue Gambang
Kue Gambang khas Tangerang memiliki cita rasa manis dengan taburan wijen yang gurih di bagian atasnya. Bentuknya yang memanjang menyerupai alat musik Betawi, gambang kromong menjadi asal penamaannya.
Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk mendapatkan kue ini adalah Roti Gambang Nostalgia di Victoria Park Residence, Kelurahan Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci. Meski sederhana, kue ini tetap menjadi favorit karena rasanya yang autentik dan nostalgia yang dibawanya.
Keberadaan tiga kue tradisional ini menjadi bukti bahwa kekayaan kuliner daerah masih terjaga di tengah perkembangan kota. Selain menghadirkan cita rasa khas, jajanan ini juga menjadi penghubung antara tradisi dan generasi masa kini, sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Tangerang.
Editor: Mastur Huda











