TANGERANG – Meski langkah tim basket putra SMA Ora Et Labora BSD Tangerang Selatan harus terhenti pada ajang Honda DBL With Kopi Good Day Banten 2025, dukungan dari para suporternya tidak pernah padam. Mereka tetap hadir memenuhi tribun GOR Dimyati Kota Tangerang, memberikan sorakan, yel-yel, hingga koreografi yang khas sebagai bentuk cinta kepada tim kebanggaan sekolah.
Sejak pertandingan dimulai, suara drum, tepukan tangan, dan teriakan penyemangat dari suporter Ora Et Labora tak pernah berhenti. Bahkan ketika laga berakhir dengan kekalahan dramatis, para pendukung tetap memberikan tepuk tangan meriah sebagai apresiasi atas perjuangan tim.
Dalam wawancara bersama salah satu suporter, Raida, siswa kelas 11, ia mengungkapkan bahwa kekalahan bukan alasan untuk berhenti mendukung.
“Walaupun kalah, kita tetap bangga. Anak-anak sudah kasih yang terbaik. Kita di sini bukan cuma buat lihat mereka menang, tapi buat nunjukin kalau kita selalu ada buat tim,” ujar Raida.
Suporter lainnya, Riki, mengatakan bahwa kehadiran mereka di tribun adalah bentuk solidaritas dan kebanggaan terhadap sekolah.
“Kami sudah janji dari awal, apa pun hasilnya, kita harus tetap support. Yang penting mereka udah bermain habis-habisan. Kita bangga banget sama kerja keras mereka,” ungkap Riki.
Kehangatan dukungan ini menciptakan momen emosional ketika para pemain Ora Et Labora kembali ke bench usai pertandingan. Suporter berdiri, memberikan tepuk tangan panjang sambil meneriakkan nama sekolah mereka.
Semangat yang ditunjukkan suporter Ora Et Labora BSD membuktikan bahwa dalam olahraga, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Ada loyalitas, kebanggaan, dan kebersamaan yang jauh lebih besar daripada sekadar skor akhir.
Mereka pulang tanpa kemenangan, tetapi dengan hati yang penuh—karena bagi suporter setia, tim kebanggaan mereka tetap juara.
Reporter : Iksanudin/GenRB
Editor : Agung S Pambudi











