CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon menyalurkan Bantuan Sosial Santunan Kematian kepada ratusan keluarga penerima manfaat (KPM).
Program tahunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Dinsos Kota Cilegon, Damanhuri, di Kantor Cabang BJB Kota Cilegon, Rabu 3 Desember 2025.
Damanhuri mengatakan, santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang tengah berduka.
Bantuan senilai Rp2 juta itu dapat digunakan untuk kebutuhan pemakaman, mulai dari pengadaan kain kafan hingga proses penguburan.
“Besaran bantuannya senilai Rp2.000.000 untuk kebutuhan seperti kain kafan, penguburan, dan keperluan lainnya. Harapannya bisa membantu keluarga mengurangi beban di tengah suasana kehilangan,” ujarnya.
Pada tahun 2025, santunan kematian disalurkan kepada sedikitnya 200 KPM yang tersebar di seluruh kecamatan. Damanhuri meminta agar bantuan digunakan sesuai peruntukannya.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan, yakni membantu kebutuhan mendesak proses pemakaman. Semoga bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, pencairan santunan baru dapat dilakukan pada Desember karena mekanisme pelaksanaan yang berlangsung sejak Januari hingga akhir tahun.
“Kami menekankan pentingnya ketepatan pemanfaatan agar nilai kemanusiaan dari program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Damanhuri juga menegaskan bahwa anggaran untuk santunan kematian bukan berasal dari Dinsos, melainkan dari BPKAD melalui pos anggaran tak terduga.
“Penggunaan anggaran tak terduga dipilih karena kematian tidak bisa diprediksi sehingga tidak bisa direncanakan dalam anggaran reguler. Penyalurannya dilakukan melalui Bank BJB yang menjadi mitra strategis kami,” tambahnya.
Salah seorang penerima bantuan, Eli Murtado, warga Kecamatan Citangkil, mengaku terbantu dengan hadirnya santunan tersebut.
“Alhamdulillah bantuan ini sangat meringankan keperluan pemakaman keluarga kami. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Cilegon,” ucapnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











