TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satreskrim Polresta Tangerang berhasil mengamankan seorang pria berinisial IA (33), warga Penjaringan, Jakarta Utara.
IA ditangkap lantaran diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan modus investasi ternak babi.
Dari peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp400 juta.
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompo Septa Badoyo mengatakan, awal kasus tersebut saat korban ML, warga Panongan, melaporkan dugaan tindak pidana penipuan kepada polisi.
Dimana, korban bercerita bahwa tersangka IA mengajak korban berinvestasi ternak babi potong.
Awalnya, korban bercerita diajak investasi bisnis ternak babi potong dengan jumlah 100 ekor, yang berlanjut untuk tahap kedua juga 100 ekor. Sehingga total 200 ekor.
“Dengan jumlah investasi sebesar Rp400 juta, korban ini dijanjikan panen babi dalam waktu 6 bulan dengar bobot timbangan 100 kilogram,”kata Septa.
Atas ajakan itu, korban tertarik untuk berinvestasi. Hingga kemudian, korban memberikan uang Rp400 juta yang diberikan secara bertahap.
Namun, dalam perjalanannya, hal yang dijanjikan tersangka tidak sesuai.
Beberapa waktu usai memberikan uang, korban mendapati hanya ada 55 ekor babi yang dipelihara di kandang yang berlokasi di Kampung Ranca Kebo, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Bahkan lahan kandang diketahui hasil sewa, begitu juga dengan para pekerja yang ternyata dibayar menggunakan uang korban.
“Dan, saat korban datang membawa truk hendak mengangkut babi, ternyata tanpa sepengetahuan korban, semua babi dijual ke pihak lain,”ungkap Septa.
Merasa dirugikan, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Tangerang.
Usai menerima laporan, petugas yang dipimpin Kanit Jatanras Satreskrim Iptu AA Surya Abdul Fitri melakukan penangkapan terhadap tersangka yang sedang berada di rumah temannya di daerah Cimone, Kota Tangerang.
Penangkapan dilakukan setelah tersangka mengabaikan dua surat panggilan.
“Selanjutnya tersangka kami bawa ke Polresta Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Septa.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











