SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wilayah industri di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, mulai dilirik para investor. Para pengusaha kini mulai membangun pabriknya.
Masuknya investor ke Tunjung Teja diharapkan dapat ikut meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, sekaligus menurunkan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Pemerintah desa di Tunjung Teja pun meminta agar para pengusaha dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Kepala Desa Kemuning, Kecamatan Tunung Teja, Sopwanudin mengatakan, setelah desanya ditetapkan sebagai kawasan industri, ada beberapa investor yang masuk dan mulai membangun pabrik.
“Pengembangannya sudah terjadi sejak tahun 2016. Saat ini sudah ada perusahaan-perusahaan yang sudah mulai pematangan lahan,” katanya, Senin, 8 Desember 2025.
Ia mengatakan, setidaknya ada empat perusahaan yang sedang melakukan pembebasan lahan. Yakni, tiga perusahaan kabel dan satu untuk pergudangan.
Sopwanudin mengatakan, ada tiga desa di Kecamatan Tunjung Teja yang ditetapkan sebagai kawasan infustri. Yakni, Desa Kemuning, Tunjung Teja, dan Bojong Menteng.
“Total luas yang dimohon oleh Pemkab Serang ada 250 hektare, yang direalisasikan itu sekitar 110 hektare yang sudah ada PKPR-nya. Sisanya ditetapkan sebagai LSD,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, sejauh ini belum ada perusahaan yang beroperasi. Investor baru sebatas pematangan lahan sebelum membangun pabrik.
“Mudah-mudahan bisa berjalan normal, lancar sehingga harapan kita bisa menurukan angka pengangguran,” ujarnya.
Ia mengaku, saat inveator meminta permohonan untuk izin, pihaknya sudah meminta komitmen pengusaha untuk memaksimalkan tenaga kerja lokal.
“Awal masuk itu mereka kan biasanya membuat izin lingkungan. Nah, di izin lingkungan itu saya terapkan kalimat bahwa pekerja itu minimal 70 persen dari lokal,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











