KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah terus berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat diantaranya dengan memberikan bantuan kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM).
Hal tersebut untuk mengelola sumber daya ekonomi secara produktif di masyarakat.
Upaya pemerintah menggelontorkan anggaran pemberdayaan ekonomi langsung dan tepat sasaran dapat dirasakan oleh masyarakat.
Kelompok Penerima Manfaat (KPM) berupa peternakan di Pasar Kemis Kabupaten Tangerang salah satunya KPM di Desa Pasar Kemis menerima bantuan ratusan ekor bebek namun kini tidak terlihat satu ekor pun bebek yang dipelihara.
Ketua Kelompok Penerima Manfaat berupa bantuan bebek, Deden Ahya Udin mengatakan bahwa pihaknya telah menerima sebanyak 400 ekor bebek
” Alhamdulillah bang, bantuan untuk kami berupa bebek dan bantuan pakan untuk beberapa bulan direalisasikan.”ujar Deden Ahya Udin kepada wartawan, Rabu 29 April 2026.
Dia mengungkapkan, bantuan empat ratus ekor bebek yang mereka terima pada Mei 2024 diserahkan langsung oleh Kepala Desa Pasar Kemis, Al Haetomi dan didampingi Kasi Binwas Kecamatan Pasar Kemis.
” Ternyata dalam perjalanannya, memelihara bebek tersebut tantangannya adalah ancaman hama dan penyakit. Setiap hari selalu ada saja bebek yang mati dan bahkan buta karena penyakit. Kami hanya mampu bertahan hampir delapan bulan.” Ungkap Deden Ahya.
Menurutnya, kondisi ini juga terjadi di beberapa desa lain, banyak kelompok penerima bantuan ternak menyerah dan menutup peternakannya.
Bahkan Deden Ahya mengaku sudah berusaha memberikan sejenis obat unggas untuk mencegah penyakit tersebut namun tetap saja gagal.
Selain itu, dia juga mengalami beberapa kali kejadian dalam satu hari sepuluh hingga lima belas ekor bebek mati.
Tidak hanya itu, ancaman lainnya yaitu binatang Musang dan Biawak kerap memangsa bebek disaat mereka lengah.
“Binatang Musang dan Biawak juga kerap memangsa bebek-bebek yang kami pelihara. Ketika kami lengah setiap hari ada bebek hilang dimakan binatang tersebut.”ucapnya.
Dia merasa bingung karena ternak bebek yang seharusnya berkembang dan menghasilkan secara ekonomi tapi harus kandas karena hama dan penyakit tidak terkendali.
” Dari pada bebek-bebek ini mati akhirnya bebek yang tersisa di kandang kami berikan kepada warga untuk dipelihara atau dikonsumsi.”kata Deden.
Sementara ketika disinggung terkait kandang bebek yang saat ini tidak ada di lokasi, Deden Ahya mengatakan sejak bebek-bebek tersebut habis, kandangnya terbengkalai.
“Bambu-bambu bekas kandang akhirnya hilang dimanfaatkan warga,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pasar Kemis, Al Haetomi ketika dikonfirmasi mengatakan kegiatan pemberdayaan melalui peternakan bebek tidak dapat dipertahankan oleh KPM tersebut.
Namun dirinya memaklumi kondisi tersebut. Sebelumnya Ia sudah berusaha memberikan motivasi dan arahan kepada kelompok penerima manfaat untuk meminimalisir serangan penyakit dan hama terhadap unggas tersebut.
” Saat itu kami sudah berusaha melakukan upaya pencegahan agar unggas ini tidak terserang penyakit dan hama lainnya namun penyakit dan hama tidak dapat terhindarkan” Sesal Al Haetomi
Al Haetomi menjelaskan bantuan pemberdayaan masyarakat ini tujuannya untuk menggali potensi lokal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayahnya.
” Mereka kelompok masyarakat mengajukan usulan permohonan bantuan untuk beternak bebek dan kami tentu harus mendorong dan membantunya.” Pungkas Al Haetomi
Senada, Binwas Kecamatan Pasar Kemis, Ahmad Syarif mengatakan pihaknya mengetahui dan melakukan monitoring adanya penyerahan bantuan ternak bebek untuk kelompok masyarakat tersebut. Bahkan Dia mengaku saat melakukan monitoring mendapati keluhan hama dan penyakit.
” Saat monitoring kami mendapati keluhan seperti itu. Hama dan penyakit menjadi penyebab utama.” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











