CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon tengah menjajaki kerja sama investasi besar dengan investor asal Cina yang berencana membangun fasilitas penyimpanan liquefied natural gas (LNG) terbesar di Indonesia. Proyek tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 10 hektar milik Pemkot Cilegon yang dikelola PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra mengatakan, pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Kementerian Perindustrian antara Wali Kota Cilegon, PT Krakatau Steel, dan calon investor. “Kita menindaklanjuti pertemuan yang sudah dilaksanakan di Kementerian Perindustrian antara Pak Wali Kota, PT KS, dan calon investor. Secara teknis sudah dibahas langkah ke depan, termasuk penyesuaian perizinan,” ujarnya usai rapat di Ruang Rapat Wali Kota Cilegon, Selasa, 21 April 2026.
Aziz menjelaskan, terdapat sejumlah perizinan yang masih perlu disesuaikan, salah satunya terkait Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Ia berharap dinas terkait dapat mempercepat proses tersebut agar investasi segera terealisasi.
“Masih ada beberapa perizinan yang belum terakomodir, seperti KBLI. Mudah-mudahan bisa dibantu agar proses ini berjalan lancar,” katanya.
Dalam skema kerja sama, investor akan menyewa lahan milik Pemkot Cilegon yang saat ini dikuasai PT PCM. Lahan seluas 10 hektar itu akan dimanfaatkan sebagai fasilitas penyimpanan LNG yang diklaim menjadi yang terbesar di Indonesia. “Ini bentuknya sewa lahan. Nantinya PT PCM juga akan membantu operasional, khususnya saat kapal sandar karena memiliki perizinan pandu tunda,” jelasnya.
Ia menambahkan, proyek ini telah menjadi perhatian pemerintah pusat mengingat nilai investasinya yang mencapai sekitar Rp9 triliun. Selain itu, pemilihan lokasi di Cilegon dinilai strategis karena dekat dengan pelabuhan, ibu kota, serta memiliki pasar yang potensial di wilayah Banten.
“Mereka sudah lama mengincar lokasi ini karena dinilai strategis, dekat pelabuhan, ibu kota, dan pasarnya juga jelas,” tambah Aziz. Rencana kerja sama ini diproyeksikan berlangsung dalam jangka panjang, minimal 30 tahun dan berpotensi diperpanjang.
Bahkan, pihak investor disebut menginginkan masa sewa hingga 80 tahun, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan. Target pembangunan fasilitas LNG tersebut ditetapkan rampung pada tahun 2029.
Selain memberikan pemasukan dari sewa lahan, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kita prioritaskan tenaga kerja dari masyarakat Cilegon untuk kebutuhan proyek ini,” tegasnya.
Editor : Rostinah











