CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Krakatau Steel Group melalui anak perusahaannya PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) telah resmi menjual 26 hektare (Ha) lahannnya kepada perusahaan Tiongkok kepada Wankai Advanced Materials Indonesia, produsen PET resin terkemuka dari Tiongkok.
26 Ha lahan itu berada di Kawasan Industri Krakatau (KIK) Kota Cilegon. Rencananya, lahan itu akan digunakan untuk pembangunan pabrik PET resin berkapasitas 750.000 ton per tahun dengan nilai investasi mencapai USD 284 Juta. Pembangunan pabrik resin ini disebut akan memperkuat rantai pasok kemasan pangan, minuman, dan industri hilir lainnya.
Penjualan dilakukan dengan penandatanganan kesepakatan antara PT KSI dengan pihak Wankai pada Selasa 9 Desember 2025 kemarin. Kesepakatan ini menjadi investasi pertama dari Tiongkok di kawasan industri Krakatau Steel setelah sebelumnya didominasi investor asal Korea dan Jepang.
Masuknya Wankai menandai perluasan basis investor global dan peningkatan kepercayaan internasional terhadap kehandalan infrastruktur kawasan Krakatau.
Dalam keterangan resminya, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (IDX: KRAS), Akbar Djohan, menyampaikan bahwa kehadiran Wankai Advanced Materials Indonesia merupakan momentum penting bagi transformasi.Kawasan Industri Krakatau sebagai magnet investasi internasional.
“Dengan masuknya Wankai, kami berharap ini menjadi gerbang bagi lebih banyak pabrikan Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di kawasan industri Krakatau,” jelas Akbar Djohan, Rabu 10 Desember 2025.
Akbar yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) ini menegaskan bahwa Krakatau Steel Group kini lebih agresif memperluas basis industri pengguna baja, menarik investasi manufaktur berteknologi tinggi, dan memperkuat hilirisasi nasional.
KSI Dorong Pertumbuhan Ekosistem Industri Terintegrasi
Direktur Utama PT Krakatau Sarana Infrastruktur, Dazul Herman, menambahkan bahwa Wankai akan membawa dampak signifikan terhadap penguatan daya saing kawasan industri Krakatau.
“Penjualan lahan seluas 26 hektare ini bukan hanya transaksi komersial, tetapi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri berorientasi ekspor di Cilegon,”tuturnya.
Ia meyakini, dengan infrastruktur lengkap dan akses logistik terintegrasi, proyek ini akan memberikan dorongan besar bagi ekonomi lokal serta penciptaan lapangan kerja baru.
Untuk diketahui, pabrik PET resin ini ditargetkan memulai konstruksi segera dengan estimasi pembangunan 1,5 tahun sebelum memasuki fase operasi komersial.
Direktur & Chief Engineer Wankai New Materials Qiu Zengming, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis dengan potensi pertumbuhan luar biasa untuk penguatan kapasitas industri PET resin.
Kota Cilegon sendiri dipilih sebagai tempat investasi bukan tanpa sebab, pihaknya melihat jika Kawasan Industri Krakatau menawarkan infrastruktur manufaktur berstandar internasional serta dukungan logistik yang sangat kompetitif.
“Investasi ini merupakan langkah penting bagi Wankai untuk memperluas kapasitas produksi di Asia Pasifik. Kami berharap proses konstruksi dapat berjalan lancar sehingga fasilitas ini dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal dan rantai pasok global,”pungkasnya.
reporter : Yusuf Permana
Camat Citangkil, Ikhlasin Nufus, memastikan pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan banjir sekaligus mengoordinasikan langkah pencegahan bersama lurah, RT, dan RW.
Ikhlasin mengatakan, pihaknya menyambut baik imbauan yang tertuang dalam surat resmi Wali Kota tersebut.
Menurutnya, instruksi itu menjadi dasar memperkuat koordinasi dan kewaspadaan masyarakat di wilayah Citangkil.
“Dengan surat edaran dari Wali Kota, justru kami menyambut baik dan siap melaksanakan imbauan tersebut,” ujarnya kepada Radar Banten, Rabu 10 Desember 2025.
Ia menjelaskan, pihak kecamatan telah menginstruksikan jajaran kelurahan hingga tingkat RT dan RW agar memonitor titik-titik rawan, terutama lokasi yang kerap terjadi banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kami mengasosialisasikan kepada seluruh warga, lurah, RT, RW untuk monitor beberapa titik terutama titik banjir,” katanya.
Ikhlasin menyebutkan, sesuai arahan dalam surat Wali Kota, kegiatan monitoring lingkungan akan dilakukan minimal tiga kali dalam seminggu.
Jadwalnya disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang bekerja, namun ia memastikan seluruh jajaran tetap siap siaga.
“Intinya kami siap melaksanakan kegiatan tersebut tiga kali seminggu,” tegasnya.
Upaya pencegahan lain yang dilakukan adalah kerja bakti membersihkan drainase agar aliran air tidak tersumbat, serta memastikan komunikasi cepat antarwarga, lurah, camat, dan dinas terkait ketika terjadi situasi darurat.
Citangkil sendiri memiliki sejumlah titik banjir yang masuk pemantauan rutin, antara lain Ramanuju, Gajahmungkur, Kebonsari (Tegal Tong dan Sumber Batu), serta satu titik di Kelurahan Semangraya.
Reporter : Adam Fadillah











