LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Lebak, yang merupakan salah satu kabupaten terbesar di Provinsi Banten, kini semakin dilirik oleh para investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan potensi luas wilayahnya, Lebak menjadi salah satu destinasi utama investasi di Banten.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak mencatat, ada lima negara dengan nilai investasi terbesar di daerah ini. Empat negara penyumbang investasi terbesar adalah Korea Selatan dengan Rp 48 miliar, Malaysia Rp 1 miliar, Tiongkok Rp 741 juta, dan Thailand Rp 27 juta.
Menurut Robertus Erwin Haryanto, Jabatan Fungsional (Jafung) Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya pada DPMPTSP Lebak, sektor industri dan perumahan menjadi yang paling berkembang di Kabupaten Lebak.
“Perkembangan investasi di Lebak saat ini sedang sangat bagus, terutama di sektor industri dan perumahan. Kami melihat ada banyak perkembangan positif yang akan terus berlanjut ke depan,” kata Erwin kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 11 Mei 2025.
Erwin juga menambahkan, capaian investasi pada triwulan pertama 2025 (Januari hingga Maret) yang mencapai Rp 272 miliar, menunjukkan bahwa iklim investasi di Lebak sedang sangat mendukung.
“Capaian ini akan terus berkembang karena iklim investasi di Lebak saat ini sangat kondusif dan normal,” lanjutnya.
Lebih jauh, Erwin menjelaskan lima sektor penyumbang investasi terbesar di Lebak, dengan sektor transportasi, industri, dan perumahan menjadi yang terdepan.
“Lima sektor penyumbang investasi terbesar adalah: pertama, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp 77 miliar; kedua, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp 76 miliar; ketiga, industri lainnya Rp 51 miliar; keempat, pertambangan Rp 31 miliar; dan kelima, perdagangan serta reparasi Rp 10 miliar,” jelasnya.
Erwin berharap, dengan terus berkembangnya investasi ini, semakin banyak lapangan pekerjaan yang terbuka untuk masyarakat Kabupaten Lebak.
Editor: Merwanda












