LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melaksanakan perubahan alur penumpang KA Lokal di Stasiun Rangkasbitung.
Perubahan alur penumpang KA Lokal di Stasiun Rangkasbitung yang diterapkan sebagai bagian dari penataan layanan dan pemanfaatan fasilitas baru stasiun.
Dari sisi operasional, terdapat penataan jalur dan peron yang lebih efisien. Jalur 2 diperuntukkan bagi kereta api lokal, jalur 3 melayani kereta barang, sementara jalur 4 dan 5 menjadi jalur operasional KRL.
Adapun jalur 6 hingga 9 disiapkan sebagai area stabling untuk mendukung pola operasi kereta api yang lebih fleksibel. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan ketertiban pergerakan penumpang, mengurangi titik antrean.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, menyampaikan bahwa pengoperasian area layanan KA Lokal di Stasiun Rangkasbitung menjadi tahapan transformasi fasilitas dan pelayanan bagi masyarakat pengguna kereta api di Banten.
“Pengoperasian area layanan KA Lokal di Stasiun Rangkasbitung kami susun secara terencana untuk memastikan penumpang mendapatkan akses yang lebih tertib, aman, dan nyaman,” kata Ferdian dalam keterangan resmi yang diterima RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 11 Desember 2025.
“Penataan alur masuk dan keluar penumpang diselaraskan dengan fasilitas baru sehingga pergerakan di dalam stasiun menjadi lebih efisien, terutama pada jam padat,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Ferdian menegaskan bahwa pengoperasian area layanan KA Lokal di Stasiun Rangkasbitung dapat memberikan manfaat bagi hadirnya KA Petani-Pedagang dalam kenyamanan mobilitas hariannya.
“Penataan area layanan KA Lokal memberikan ruang pergerakan yang lebih nyaman bagi penumpang, termasuk pengguna KA Petani–Pedagang. Ini memastikan mobilitas harian dalam membawa hasil bumi dapat dilakukan secara aman dan terfasilitasi,” tambahnya.
Editor: Bayu Mulyana











