LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Gedung baru Stasiun Rangkasbitung Ultimate baru saja dioperasikan oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI), pada Selasa 25 November 2025.
Memiliki gedung megah, nama Stasiun Rangkasbitung berganti menjadi Stasiun Rangkasbitung Ultimate. Nama tambahan ultimate karena stasiun ini, lokasinya yang merupakan titik atau akhir terjauh dari jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.
Selain itu kapasitas dan fasilitas yang dimiliki Stasiun Ragkasbitung Ultimate tidak main-main, bahkan melebihi Stasiun Tanah Abang serta menyamai stasiun lainnya di Jakarta.
Ferdian Suryo Adhi Pramono, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, kapasitas pelayana stasiun bertambah sebelumnya sekitar 26.000 penumpang menjadi 83.000 penumpang.
“Untuk mendukung mobilitas penumpang, tersedia 7 lift, 5 eskalator, 15 gate tiket otomatis, 4 akses masuk, serta sistem keamanan berbasis CCTV 24 jam,” kata Ferdian kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 26 November 2025.
Paling menarik perhatian dari Stasiun Rangkasbitung Ultimate yakni keberadaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Keberadaan JPO bukan hanya hiasan melainkan memiliki peran penting, karena menjadi pengganti perlintasan sebidang yang aka ditutup permanen oleh PT. KAI di area pasar.
“Untuk mempermudah perpindahan moda transportasi, stasiun ini juga dilengkapi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan ramp sepanjang 85 meter,” kata Ferdian.
Selain JPO, Stasiun Rangkasbitung Ultimate juga dilengkapi fasilitas selasar luar yang terhubung langsung ke Terminal Kelijaga, serta area drop-zone utara seluas 1,562.79 m² serta drop-off dan parkir selatan seluas 2,809.44 m².
Selama masa uji coba, layanan perjalanan kereta api tetap berjalan normal, sementara pengguna diharapkan mulai menyesuaikan diri dengan alur baru yang diterapkan.
Editor Daru Pamungkas












