LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Proyek pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang (Serpan) yang merupakan proyek strategis nasional masih terus bergulir.
Hingga akhir 2025, pengerjaan jalan tol sepanjang 83,67 kilometer ini masih terhambat oleh sejumlah kendala terutama terkait pembebasan lahan yang membuat pengoperasian mundur dari target.
Awalnya tol seksi II akan dioperasikan sebelum Lebaran 2026, namun Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi II Rangkasbitung–Cileles sepanjang 24,17 km ditargetkan siap beroperasi tahun 2026.
Iwan Juliansyah, Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang, mengatakan, PT Wijaya Karya Serang Panimbang selaku pengelola, mengumumkan kemajuan vital Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles sepanjang akan beroperasi pada Oktober 2026.
“Pembukaan Seksi 2 ini adalah langkah nyata komitmen kami untuk Banten. Kami meyakini bahwa beroperasinya ruas Rangkasbitung – Cileles pada Oktober 2026 akan menjadi game changer,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, pada Rabu 26 November 2025.
Manajer Bidang Pengembangan Sistem dan Usaha PT Wika Tol Serpan, Muhammad Albagir, menjelaskan kendala yang dihadapi karena masalah lahan yang membuat pembukaan seksi tidak sesuai target awal 2026.
“Terkait kendala pembebasan lahan di simpang Cikulur yang baru terselesaikan sehingga membuat target pembukaan menjadi mundur ke Oktober 2026,” kata Albagir.
Ia menjelaskan, masalah lahan menjadi faktor utama dalam pengerjaan pada Seksi II sehingga proses pengerjaan menjadi terkendala.
“Jadi di situ complicated permasalahan lahannya, sehingga pengerjaan terhambat,” terangnya.
Albagir menambahkan, mengenai kendala dana dan lainnya hingga saat ini tidak ada. Hanya masalah lahan saja yang menjadi permasalah utama, namun semua kendala tersebut sudah terselesaikan.
Editor Daru Pamungkas











