SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Selain memperluas pengawasan ke sektor BUMD, Ombudsman Banten memastikan pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlanjut hingga 2026. Fokus pengawasan akan diperluas, tidak hanya pada higienitas, tetapi juga pada kualitas nilai gizi makanan.
Hal ini dilakukan agar Ombudsman tidak kecolongan dengan dipastikan setiap penerima manfaat dapat menerima program unggulan Presiden Prabowo itu dengan kualitas terbaik.
Kepala Ombudsman Banten Fadli Afriadi mengatakan, evaluasi program perlu dilakukan menyeluruh agar tujuan pemenuhan gizi anak benar-benar tercapai.
“Ke depan kita dorong kualitas nilai gizi, karena kalau tidak dimakan, gizinya tidak akan tersampaikan,” ujarnya, Jumat 26 Desember 2025.
Ombudsman mencatat masih ditemukannya makanan sisa di sejumlah sekolah. Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena mengindikasikan persoalan pada menu, cita rasa, maupun distribusi.
“Banyak makanan sisa, ini perlu jadi perhatian,” kata Fadli.
Meski demikian, aspek higienitas tetap menjadi prioritas utama. Ombudsman menilai titik rawan berada pada dapur pengolahan, penyimpanan bahan pangan, serta proses distribusi ke sekolah.
Menurut Fadli, kualitas dan kebersihan makanan tidak bisa ditawar karena berkaitan langsung dengan kesehatan anak.
Editor: Bayu Mulyana











