PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang menyatakan kesiapannya membantu pembangunan rumah layak huni bagi empat anak yang selama ini tinggal di sebuah gubuk di Kampung Cibango Lor, Desa Pejamben, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Keempat anak tersebut merupakan kakak beradik yang saat ini tidak berada dalam pengasuhan orang tua. Kedua orang tua mereka telah bercerai dan masing-masing membangun rumah tangga baru tanpa membawa serta anak-anaknya.
Anak pertama bernama Rasya Adit Saputra (16) kini harus mengasuh tiga adiknya, yakni Zahra Durotun Nafisa (13), Safa Fitriyani (10), dan Miftahul Fauzi (5). Mereka terpaksa tinggal di gubuk bambu beratapkan terpal yang sudah rusak dan bocor. Kondisi tersebut juga menyebabkan sebagian dari mereka putus sekolah.
Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pandeglang berencana membantu pembangunan rumah melalui iuran sukarela dari masing-masing anggota dewan.
Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi PDI Perjuangan, Aam Apandi, mengaku baru mengetahui kondisi keempat anak tersebut pada Rabu, 7 Januari 2025.
“Setelah mendengar informasinya, saya langsung datang ke lokasi bersama Pak Dede Sumantri (Fraksi PKS), Ketua DPRD Pak Agus Khatibul Umam, dan Pak Erin dari Fraksi Gerindra,” ujar Aam, Kamis, 8 Januari 2025.
Menurutnya, kondisi yang dialami empat anak tersebut sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.
“Semestinya usia mereka adalah masa sekolah dan bermain dalam pengasuhan orang tua. Namun kenyataannya, mereka harus hidup mandiri di rumah yang tidak layak huni,” katanya.
Aam menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk membahas langkah lanjutan, termasuk musyawarah terkait pembangunan rumah layak huni bagi keempat anak tersebut.
“Kami akan melakukan musyawarah agar rumah layak segera dibangun dan bisa menjadi tempat tinggal yang aman bagi mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb Agus Khatibul Umam, menegaskan komitmen DPRD untuk membantu keempat anak tersebut.
“Ini kondisi kemanusiaan yang harus kita respon bersama. Kami akan berupaya agar mereka mendapatkan tempat tinggal yang layak,” katanya.***











